image

BONGKAR REKLAME : Petugas Satpol PP membongkar papan reklame yang kondisinya membahayakan di sekitar kawasan Pasar Kunduran, kemarin. (Foto suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

09 Februari 2018 | 22:52 WIB | Suara Muria

Papan Reklame Membahayakan Dibongkar

BLORA, suaramerdeka.com- Satpol PP Pemkab Blora menertibkan reklame dan baliho yang izin pemasanganya sudah habis, tidak berizin dan papan reklame keropos sehingga membayakan masyarakat. Kemarin, aparat menurunkan atau membongkar sejumlah papan reklame atau baliho, seperti di sekitar kawasan pasar Kecamatan Kunduran.

‘’ Kami melakukan penertiban papan reklame di Kunduran setelah adanya aduan dari masyarakat. Papan reklame itu sudah keropos dan sengnya nyaris jatuh. Papan ini membahayakan masyarakat, kami turunkan papan reklame tersebut,’’ ujar Kepala Satpol PP Blora Anang Sri Danaryanto melalui  Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Suripto, kemarin.

Tak hanya di Kunduran, penertiban papan reklame yang sudah keropos juga pernah dilakukan di jalur Blora-Cepu di Kelurahan Bangkle. Papan reklame dengan rangka besi tersebut kondisinya sudah miring sehingga membahayakan pengguna jalan. ‘’Setidaknya awal tahun ini sudah ada empat papan reklame yang kami turunkan karena membahayakan. Selain itu ada juga reklame yang masa izinnya sudah habis’’ kata Suripto.

Penertiban reklame yang masa izinnya habis melibatkan Satpol PP dan sejumlah aparat terkait seperti dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) serta Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

Pihaknya sebelumnya telah memberikan teguran kepada pemilik reklame dan baliho kedaluarsa itu agar melakukan pembongkaran. Namun hingga batas waktu yang diberikan petugas tidak ditepati. Satpol PP pun akhirnya melakukan penertiban. Sejumlah personel dan peralatan dikerahkan untuk membongkar reklame yang sebagai sudah berkarat tersebut.

Penertiban reklame untuk menjaga ketertiban, keindahan, kebersihan kota serta keselamatan masyarakat. Di samping itu untuk peringatan kepada pengusaha yang  enggan membayar pajak reklame sebagai pendapatan Asli daerah (PAD).

Adapun bagi perusahaan yang telah memberikan kontribusi besar bagi PAD Blora dengan membayar pajak reklame, Pemkab Blora memberikan penghargaan. Penghargaan Tax Award kepada wajib pajak daerah tersebut diserahkan Bupati Djoko Nugroho, belum lama ini. 

(Abdul Muiz /SMNetwork /CN19 )