image

Ilustrasi Istimewa

09 Februari 2018 | 22:14 WIB | Suara Pantura

Penghuni Rusunawa Kraton Keberatan Penggantian Token Listrik

TEGAL, suaramerdeka.com- Sejumlah penghuni Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Kraton mengeluhkan rencana penggantian meteren dengan token listrik di seluruh blok. Kebijakan tersebut dinilai memberatkan karena biaya listrik yang harus ditanggung para penghuni semakin mahal.

Salah seorang penghuni Rusunawa Kraton, Agus, kemarin mengatakan, rencana penggantian meteran listrik dengan token akan sangat memberatkan. Sebagian besar penghuni rusunawa lebih nyaman menggunakan listrik meteran seperti biasa karena tarifnya lebih terjangkau. Yakni, Rp 75.000/bulan yang dibayarkan melalui pihak pengelola Rusunawa setiap sebelum tanggal 20 tiap bulan. "Apabila diganti token semua, jelas kami keberatan karena harganya lebih mahal," katanya.

Penghuni lain, Dewi, mengatakan dengan penghasilan suami yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan terasa lebih terbebani dengan membeli pulsa listrik jika diganti token. Padahal, dengan pembayaran tertib setiap bulan pihaknya dan semua penghuni lainnya merasa terbantu karena masih menggunakan listrik bersubsidi.

"Dengan bayar listrik per bulan, kami lebih terbantu dibandingkan harus beli pulsa token listrik," terangnya. Dewi menambahkan, berdasarkan hasil audiensi dengan Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh didampingi pengelola UPTD Rusunawa Kraton dan Disperkim, beberapa waktu lalu, usulan pemasangan listrik token masih dalam proses. Para penghuni rusunawa berharap tetap diberlakukan tagihan listrik tiap bulan karena lebih terjangkau.( Wawan Hudiyanto)

(Wawan Hudiyanto /SMNetwork /CN19 )