image

DIPERINGATKAN : Petugas memberikan peringatan pada pelayan toko modern untuk segera menutup operasionalnya, kemarin. (Foto suaramerdeka.com/Heru Susilo)

09 Februari 2018 | 21:32 WIB | Solo Metro

Melanggar, 10 Toko Modern Diperingatkan

  • Moratorum Pendirian Minimarket

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Pemkab Sukoharjo memperingatkan sepuluh toko modern di berbagai wilayah untuk menutup usaha tersebut, karena izin mereka sudah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi. Sesuai Perda yang dikuatkan Perbub, Sukoharjo menerapkan kebijakan moratorium izin pendirian minimarket. Toko modern yang habis izinnya tidak bisa diperpanjang lagi dan harus tutup segera.

Adapun 10 toko yang mendapat peringatan tertulis itu tersebar di enam kecamatan. Yakni di Kecamatan Gatak , Baki, Weru, dan Nguter, Tawangsari dan Mojolaban.

"Semuanya diberi peringatan tertulis agar segera menutup operasionalnya sejak kemarin (9/2) karena habis izinnya,’’ tegas Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo, kemarin. Toko-toko itu melanggar Perda 07/2017 tentang  Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan toko swalayan, yang dikuatkan Perbub No 06/ 2016 tentang  Moratorium Izin Pendirian Minimarket.

Sutarmo menegaskan setiap toko modern yang izin operasionalnya habis harus tutup karena tidak bisa memperpanjang izin. Pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkup Pemkab Sukoharjo.  Sebelum petugas melakukan tindaan tegas, pihaknya berharap pengelola toko modern mematuhi aturan.

Tim Penyisiran

"Ada dua tim yang akan bergerak menyisir dan memeringatkan langsung pada pengelola toko untuk segera menutup. Tim terdiri dari petugas Disdagkop UKM, Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, DPU PR dan bagian hukum," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada satu toko modern di wilayah Kecamatan Weru, letaknya hanya beberapa meter dari Kantor Kecamatan serta Pasar Tradisional, berganti nama. Sebelumnya, toko tersebut memakai nama toko modern yang banyak tersebar di mana-mana, namun sejak beberapa hari lalu, berubah menjadi Toko Weru. Namun demikian, meski sudah berganti nama, pada stroke pembayaran dan pelayan toko masih mengenakan label toko lama. 

(Heru Susilo /SMNetwork /CN19 )