image

POSTINGAN WARGA: Postingan warga tentang ibu yang menyeret anak balitanya naik sepeda motor di Kecamatan Bayat, viral di media sosial, Jumat (9/2). (Foto suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

09 Februari 2018 | 20:44 WIB | Solo Metro

Depresi Berat, Ibu Seret Anak Balitanya Naik Motor

KLATEN, suaramerdeka.com- Ulah Santi, warga Dusun Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten  membuat gempar , Jumat (9/2). Aksinya membawa balitanya Dl (4) dengan sepeda motor terseret di jalan raya terekam kameraclosed circuit television

(CCTV) dan viral di media sosial.

Aksi nekat ibu muda itu terjadi Kamis (8/2) petang sekitar pukul 17.30. Tanpa sebab yang jelas, ibu dua anak itu membawa Dl melaju naik sepeda motor. Tangan kanan memegang gas dan tangan kiri memegang anak.

Melihat balita itu terseret, tetangga berteriak meminta berhenti. Namun Santi terus melaju dan baru berhenti sejauh 300 meter. Korban dijatuhkan di jalan raya dekat simpang empat Toko Besi Sumber Agung.

Oleh warga, balita itu dibawa ke Puskesmas Bayat dan menderita luka memar di lutut. Melihat warga, ibu muda itu kabur ke arah Desa Melikan, Kecamatan Wedi dan menabrak warga yang sedang main karambol. 

Saat melintas itulah aksinya ternyata terekam CCTV yang dipasang Wahyanto warga RT 3/ RW 15. Sebab CCTV terkoneksi dengan ponsel warga, rekamannya menyebar dengan cepat. Video aksi itu kemudian diunggah warga ke media sosial sekitar pukul 24.00. Video menyebar dan mendapat tanggapan netizen. 
Tanggapan paling banyak diberikan warga net di grup info seputar Klaten yang diposting akun Wahyudhi.

Ribuan Kali

Postingan disertai tiga foto dan video itu mendapat ribuan komentar. Bahkan 17 jam setelah diunggah, postingan itu mendapat 2.349 komentar dan dibagi 2.947 kali. Postingan menyebar ke berbagai grup medsos lintas kabupaten dan media sosial lain.  

Keluarga saat dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar bahkan menolak. Kepala Desa Paseban Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Eko Tri Raharjo membenarkan ada kejadian itu. Setelah ditinggal di jalan, korban dibawa ke Puskesmas dan langsung pulang sebab luka ringan. 

'' Latar belakangnya apa belum jelas sebab masih diselesaikan kekeluargaan,'' katanya. Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengatakan sejumlah saksi sudah diminta keterangan. 

Dari hasil keterangan keluarga, termasuk suami, pelaku depresi berat. '' Sesuai KUHP dan KUHAP jika orang tidak sehat kejiwaan tidak bisa diproses hukum. Namun tetapi diperiksa,'' jelasnya. Sebab epresi berat kemungkinan akan direhab ke rumah sakit jiwa. Selain itu kasus kecelakaan di Desa Melikan berakhir damai mengingat pelakunya depresi.

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN19 )