image

INVESTASI PROPERTI: Sales dan marketing Damai Putra Group ramah melayani konsumen yang mendatangi kantor untuk mengenal lebih jauh tentang investasi properti. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

09 Februari 2018 | 18:36 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Tahun Politik Tak Pengaruhi Bisnis Properti di Magelang

MAGELANG, suaramerdeka.com– Kalangan pengembang di wilayah Magelang memandang optimis bisnis properti di tahun 2018 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah gelaran pemilihan kepala daerah dan gubernur di tahun politik ini dinilai tidak terlalu berpengaruh.

Staff Promotion Damai Putra Group (DPG), B Yuniarto mengatakan, selama tahun 2017 lalu bisnis properti cukup bagus dan pihaknya sendiri sudah sesuai dengan target. Hanya saja, memang belum secara optimal, terutama rumah-rumah untuk kalangan menengah ke bawah.

“Kalau di kami justru yang meningkat di segmen menengah ke atas dengan harga di atas Rp 500 juta. Kalau yang menengah ke bawah dengan harga di bawah Rp 500 juta masih kurang. Aneh juga rasanya,” ujarnya di kantornya, Jumat (8/2).

Dia menuturkan, peningkatan di perumahan segmen menengah-atas menunjukkan bahwa, rumah memang menjadi investasi menjanjikan di masa depan. Hal ini mengingat, banyak pembeli yang membeli rumah tapi tidak ditinggali atau disewakan ke orang lain.

“Ada yang juga ditempati sendiri atau keluarga terdekatnya. Di sini kami melihat membeli rumah bertujuan untuk investasi. Kalau yang kalangan menengah ke bawah memang untuk investasi juga, tapi kebanyakan ditempati sendiri,” katanya.

 Meski prospek di tahun 2018 ini bagus, Yuyun mengungkapkan, pihaknya tetap berusaha jemput bola dengan beragam program menarik. Salah satunya memanfaatkan momen Imlek dengan menghadirkan program pohon imlek berhadiah.

“Sampai 28 Februari, konsumen yangbooking feedapat langsung berkesempatan memetik angpao di pohon imlek. Angpao berisi aneka hadiah elektronik, seperi AC, kulkas, mesin cuci, gawai, dan sebagainya. Lalu kami juga programkan bonus layanan Indihome selama 12 bulan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini diharap dapat lebih mendorong pembelian rumah di awal-awal tahun ini. Pihaknya pun optimis tahun ini mampu mencapai target Rp 40 miliar, atau naik dari capaian tahun 2017 lalu sebesar Rp 37 miliar.  

Sementara itu Kepala Cabang BTN Magelang, Heru Kristianto juga memandang pasar properti di Magelang tahun 2018 ini bakal lebih baik. Terutama ia melihat di wilayah sekitar Borobudur yang menjadi magnet utama pertumbuhan properti.

Dia menilai, ramainya wilayah Borobudur membuat nilai investasi di sekitarnya selalu meningkat. Salah satu investasi yang banyak digemari adalah properti, terutama perumahan di semua kelas atau segmen.

“Maka, saya katakan tahun 2018 optimis bisnis properti akan tetap bagus, bahkan meningkat. Memang untuk tahun ini tidak ada kenaikan yang signifikan atau bisa dibilang flat, karena faktor daya beli di semua sektor bisnis menurun,” ungkapnya.

(Asef Amani /SMNetwork /CN41 )