image

Foto: Antara

09 Februari 2018 | 15:12 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Pertumbuhan Industri Kertas Relatif Melambat

PEKANBARU, suaramerdeka.com- Perkembangan teknologi digital menyebabkan pertumbuhan pasar industri kertas cetak di Indonesia sedikit melambat. Meski demikian Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pulp dan kertas masih menjadi sektor unggulan dan prioritas di Indonesia, termasuk Riau yang memiliki dua pabrik pulp dan kertas terbesar di dunia yaitu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, mengatakan, era digital sekarang ini berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar industri kertas cetak yang sedikit melambat. Sebab tidak dipungkiri, saat ini banyak orang cenderung beralih ke digital.

"Tantangan era digital juga berimbas pada pertumbuhan pasar khususnya kertas untuk cetak koran, bahkan permintaan pasar khusus untuk kertas cetak koran sudah jauh menurun atau hanya berkisar beberapa persen," jelasnya, Jumat (9/2).

Menurutnya, meski terjadi penurunan terhadap permintaan pasar kertas, namun industri pulp dan kertas masih menjadi sektor unggulan dan prioritas di Indonesia. Di Riau, industri pulp dan kertas masih memberikan kontribusi dalam perhitungan neraca perdagangan, dengan mengekspor hasil industri pulp ke Tiongkok dan Korea, dan ekspor kertas ke Jepang dan Amerika Serikat.

Sementara itu Humas PT RAPP, Djarot Handoko mengaku industri pulp dan kertas di Indonesia masih menjadi prioritas, karena masih ada permintaan untuk kertas tissue yang justru masih mengalami pertumbuhan, seiring dengan perubahan tren gaya hidup masyarakat.

"Permintaan untuk kertas tissu jadi angin segar bagi industri kertas, bahkan permintaan terus meningkat setiap tahun," jawabnya.

(RRI /CN41 )