image

Izzi Page dan Tara Shepherd foto bersama Munawar, penggagas Kampung Pelangi, Kampung Literasi, Kampung Kelinci, dan Rumah Baca Ceria Dukuh Pesantren, Desa Pagersari, Patean, Kendal, Kamis (8/2). (suaramerdeka.com/ Ali Arifin)

09 Februari 2018 | 09:26 WIB | Liputan Khusus

Izzi dan Tara Kagum Kampung Literasi Hasil Swadaya

MATA Izzi Page dan Tara Shepherd terbelalak, keduanya seakan tak percaya mendengar penjelasan Munawar, penggagas Kampung Pelangi, Kampung Literasi, Kampung Kelinci, dan Rumah Baca Ceria Dukuh Pesantren RT 02/RW 05, Desa Pagersari, Patean, Kendal. Bahwa Kampung Literasi dan Rumah Baca Ceria itu murni hasil swadaya dia bersama teman-temannya.

"Is it true your explanation?" tanya Izzi dan Tarra.

Izzi (19) dan Tarra (19) yang baru lulus dari sebuah SMA di London, Inggris itu menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Munawar seperti membuat Kampung Literasi dan Rumah Baca Ceria itu adalah tanggung jawab pemerintah setempat. Di negaranya, pemerintah yang membuat semacam sanggar yang dibuat Munawar itu, kemudian merekrut relawan untuk mengelolanya.

"Saya sangat kagum dan respek dengan Pak Munawar. Dari mana uang Pak Munawar untuk membiayai ini semua," kata Izzi.

Menurut dia, Munawar adalah manusia yang hebat dan patut dicontoh. Tak hanya untuk masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia, namun juga di negara negara maju yang cenderung cuek dengan kondisi sekelilingnya.

Izzi asal Inggris dan Tarra asal Kenya, Kamis (8/2) datang ke Kampung Literasi sekaligus Rumah Baca Ceria Dukuh Pesantren, Pagersari, Patean, Kendal itu dalam rangka liburan.

"Kami berdua sudah lulus SMA dan tinggal menunggu waktu masuk kuliah. Kami manfaatkan untuk berlibur ke Indonesia," jelas Tarra.

Keduanya tertarik mengunjungi Kampung Literasi dan Rumah Baca Ceria itu setelah mendaoat penjelasan dari Sulistiyono, staf Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. "Saya heran dan menyampaikan apresiasi, kok ada sanggar seperti ini dibiayai sendiri. Padahal buku-buku yang ada di rumah baca ini jumlahnya ribuan," tambah Izzi.

Berdialog

Kedatangan Izzi dan Tarra kontan menyedot warga Kampung Literasi tersebut. Mereka dari yang anak-anak usia TK, SD, SMP, dan SMA menjadikan Izzi dan Tarra untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris.

"Sampai saat ini kami masih kursus bahasa Inggris di Kampung Literasi Pak Munawar. Ada bule datang ya kami manfaatkan untuk berdialog. Asal Mbak Izzi ngomongnya pelan-pelan, saya bisa menangkap artinya," kata Dewi, warga Dukuh Pesantren.

Setelah asyik menjawab banyak pertanyaan dari anak-anak warga Kampung Literasi, Izzi dan Tarra kemudian mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Keduanya juga mengajak anak-anak bernyanyi sambil menari.

"Kampung Literasi dan Rumah Baca Ceria ini patut dikembangkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Izzi.

Sementara Munawar mengaku senang dengan kedatangan Izzi dan Tarra. Sebab, anak-anak yang sudah ikut kursus bahasa Inggris di Kampung Literasi bisa langsung praktek berdialog dengan warga asli Inggris.

(Ali Arifin /SMNetwork /CN33 )