image

BERMAIN SEPEDA: Sejumlah anak-anak bermain sepeda di bekas landasan pacu Bandara Ngloram. Kawasan bandara akan segera dipagari seiring rencana pengaktifan kembali bandara tersebut. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

08 Februari 2018 | 22:30 WIB | Suara Muria

Pembangunan Fisik Telan Rp 80 Miliar

  • Pengaktifkan Bandara Ngloram

BLORA, suaramerdeka.com– Pembangunan sarana dan prasarana fisik yang diperlukan untuk pengaktifan Bandar Udara (Bandara) Ngloram, di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Bloram menelan dana dari Rp 80 miliar. Dana akan dianggarkan dalam APBN oleh Kementerian Perhubungan. ‘’Pengerjaan fisik Bandara Ngloram akan dimulai 2019,’’ ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Sutikno Slamet, melalui Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Djati Walujastono, Kamis (8/2).

Menurut Djati Walujastono, pembangunan fisik yang akan dilakukan 2019. Di antaranya perpanjangan landasan pacu (runway) dari 900 meter x 30 meter menjadi 1.350 meter x 40 meter, termasuk pembuatan turning area seluas 1.500 meter persegi, serta marking pekerjaan tanah dan pengawasan, yang dikerjakan dalam satu paket dengan anggaran Rp 40 miliar.

‘’Awalnya perpanjangan runway hanya 1.200 meter tapi perencanaan terakhir berubah menjadi 1.350 meter,’’ tandasnya.

Pengerjaan sarana dan prasarana fisik lainnya di area bandara yang pernah aktif di tahun 1980-1984 adalah pelapisan runway, taxiway dan apron existing termasuk marking dan pengawasan dalam satu peket pekerjaan dengan anggaran Rp 10 miliar.

Ada pun perluasan apron dari 50 meter x 70 meter menjadi 70 meter x 90 meter untuk mengakomodasi dua pesawat tipe ATR 72-500/600 termasuk marking volume 2.800 meter persegi dianggarkan Rp 7 miliar. ‘’Pengadaan dan pengawasan pagar area sisi udara bandara dibutuhkan angaran Rp 3 miliar, renovasi perluasan gedung terminal membutuhkan Rp 6,5 miliar, pembangunan gedung PKP-PK sebesar Rp 1,7 miliar dan pembuatan jalan akses PKP-PK sejumlah Rp 729 juta,’’ tambahnya.

Sedangkan penataan landscape sisi darat dianggarkan Rp 1 miliar, pengadaan dan pemasangan AFL Rp 5,5 miliar, pembangunan gedung penunjang beserta jalan akses Rp 3 miliar, pengadaan kursi terminal dianggarkan Rp 150 juta, pengadaan dan pemasangan flood light motorized Rp 1 miliar serta pengadaan dan pemasangan conveyor bagasi type liner di terminal kedatangan anggarannya sebesar Rp 1,1 miliar.

Total Anggaran

‘’Sehingga total anggaran yang dibutuhkan dalam pengerjaan fisik di 2019 sekitar Rp 80 miliar,’’ kata Djati Walujastono.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) Bandara Ngloram menurut rencana Maret tahun ini. Disusul pengerjaan fisik awal berupa pengaspalan kembali (overlay) landasan pacu dan pemagaran area bandara.

Menurut dia, tahun ini pemerintah pusat menganggarkan dana Rp 5 miliar untuk penyusunan master plan, Detail Engineering Design (DED), analisis dampak lingkungan (amdal), penyusunan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan perencanaan yang lain. Sedangkan pemagaran dan overlay runway menggunakan anggaran lain.

Djati berharap dengan akan diaktifkannya kembali Bandara Ngloram bisa membawa nilai manfaat bagi Kabupaten Blora. ‘’Baik sisi sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata yang dapat memperlancar arus investasi ke dalam wilayah Kabupaten Blora,’’ ujarnya.
        

(Abdul Muiz /SMNetwork /CN40 )