image

BAHAS PELAYANAN: Sejumlah petinggi PDAM Rembang, termasuk Direktur Muhamad Afan hadir dalam audiensi dengan Komisi B DPRD Rembang membahas masalah pelayanan pelanggan. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

08 Februari 2018 | 22:18 WIB | Suara Muria

Kualitas Air PDAM Buruk, Kesalahan Petugas

REMBANG, suaramerdeka.com- Komisi B DPRD Rembang memenuhi janji memanggil petinggi PDAM Rembang terkait keluhan buruknya kualitas air pelanggan. Direktur PDAM Rembang, Muhamad Afan mengatakan, keruhnya air di wilayah Gunungsari Kaliori lantaran kesalahan teknis saat pengurasan instalasi milik PDAM di wilayah itu.

Masalah itu bermula saat proses pengurasan yang dilakukan operator instalasi baru dibantu tenaga harian lepas. Ternyata dalam pengurasan itu kedua petugas itu tidak melakukan pembuangan alais washout pada air yang keluar pertama, sehingga, sisa kotoran hasil pengurasan sebagian masuk ke jaringan distribusi dan sampai ke konsumen.

Menurut Afan, PDAM sudah memberikan teguran keras kepada petugas, termasuk operator dan koordinator unit.‘’Kami sudah memberikan teguran keras kepada petugas karena menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. SOP yang benar, katup pipa yang menuju jaringan distribusi harus ditutup sebelum dikuras,’’ terang Afan.

Tetap Terjaga

Menurut Afan, atas apa yang disampaikan masyarakat dan Komisi B, PDAM siap melakukan perbaikan agar kualitas dan pelayanan ke pelanggan tetap terjaga. ‘’Kami diminta untuk meningkatkan air baku, misalnya membendung Sungai Gundi dan mengolahnya dengan instalasi di Mbesi yang menurut Komisi B mangkrak. PDAM berkomitmen menjalankannya,’’ papar dia.

Sementara itu, anggota Komisi B Joko Suprhadi meminta PDAM meningkatkan kinerja pada tahun 2018. Pasalnya, berdasarkan evaluasi, kinerja PDAM pada tahun 2017 cenderung stagnan. ‘’Kami minta tidak ada lagi keluhaan air kotor yang mengalir ke pelanggan. Apa yang terjadi di Gunungsari kami harapkan yang terkahir. Jika terjadi kembali, kami akan meminta pertanggungjawaban dari PDAM,’’ ungkap Joko.
       

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN40 )