image

SOSIALISASI RELOKASI ; BPBD Banjarnegara menggelar pertemuan sosialisasi tentang rencana relokasi warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)  

07 Februari 2018 | 06:59 WIB | Suara Banyumas

Tanggap Darurat Bantar Berakhir, Pokmas Kelola Logistik

BANJARNEGARA,suaramerdeka.com- Masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa telah berakhir dan secara bertahap personel BPBD Banjarnegara ditarik ke posko induk.

 ''Pengelolaan logistik untuk pengungsi dan hal lain akan dilanjutkan oleh kelompok masyarakat (pokmas) desa setempat yang sudah disiapkan sebelumnya. Pokmas dibentuk dengan anggota para pengungsi dan warga setempat sehingga upaya menuju warga desa tangguh bencana dapat mulai diwujudkan,'' kata Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.

Meski pengelolaan diserahkan kepada pokmas setempat, namun BPBD Banjarnegara masih tetap melakukan pendampingan dan monitoring. Komunikasi dan pemantauan tetap dilakukan baik dengan datang langsung ke Desa Bantar maupun melalui radio.  

Pelatihan terhadap anggota pokmas dilakukan bersamaan dalam masa tanggap darurat dengan melibatkan warga ikut mengurus logistik atau barang bantuan, distribusi dan hal lainnya.

 ''Saat ini konsentrasi penanganan pada penyiapan lahan relokasi dan pembangunan hunian tetap di lahan relokasi tersebut,'' imbuhnya.

Dikatakan, penanganan dampak bencana tanah longsor di Dusun Pramen Desa Bantar, tidak hanya di lokasi bencana saja namun juga pada dusun dan desa lain yang terdampak. Yakni Dusun Sikenong Desa Bantar dan Desa Suwidak yang akses jalan utamanya putus total akibat longsor.

 ''Jalan darurat yang dapat dilalui mobil sudah dibangun dari Desa Karangtengah menuju ke Desa Suwidak. Hasil pantauan terakhir, jalan itu sudah dapat dilalui sepeda motor dan mobil pikap untuk mengangkut hasil bumi warga Desa Suwidak seperti salak dan kayu,'' ujarnya kemarin.  

Adapun untuk warga Dusun Sikenong, menggunakan jalan alternatif setapak dari Dusun Pramen. Diharapkan kendala aksesibilitas warga sudah dapat diatasi dan distribusi baran kebutuhan pokok dan lainnya dapat pulih.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN39 )