image

BUMIJAWA FESTIVAL 2018 : Bupati Tegal, Enthus Susmono berkolaborasi dengan artis nasional, Tri Utami dan seniman lainnya dalam acara puncak Bumijawa Festival di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu malam (4/2). (Foto: suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)

06 Februari 2018 | 17:48 WIB | Liputan Khusus

Bumijawa Festival 2018, Menduniakan Wisata Tegal

TEGAL, suaramerdeka.com- Bumijawa Festial 2018 merupakan bentuk upaya Pemkab Tegal dalam menduniakan wisata di Kabupaten Tegal. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, dihadiri artis nasional Tri Utami dan sejumlah seniman dunia serta lokal pada Sabtu-Minggu (3-4/2).

Dalam kesempatan itu, Bupati Tegal Enthus Susmono juga melaunching website Pariwisata Kabupaten Tegal yang ditandai dengan membunyikan kentongan dan pesta kembang api. Tri Utami atau yang akrab disapa Mba I'ie bersama seniman lainnya menciptakan lagu untuk Bumijawa Festival.

"Lagu Bumijawa Festival diciptakan bersama seniman sebelum acara puncak. Kami berharap lagu ini bisa dijadikan jingle Bumijawa Festival di tahun-tahun berikutnya," kata Mba I'ie.

Lagu Bumijawa Festival dinyanyikan secara bersama-sama oleh seniman dan Bupati Tegal yang juga ditirukan para pengunjung dalam Bumijawa Festival tersebut.

Seniman dari berbagai belahan dunia yang ikut memeriahkan Bumijawa Festival, diantaranya Gilles Saissi dari Perancis, Alexey Dmitrenko dari Rusia, Anna Bogdanova dari Rusia, Julie Silvester dari Inggris), Satoko Takaki dari Jepang, Raymond Dominic dari Jerman, Ralph Rudiger dari Jerman, Moralli Estefania dari Argentina, Andrew Lundgren  dari Amrekika, Verena Fetsch dari Jerman, dan Karl Tucker dari Amerika, dan Vanessa Cecca dari Jerman. Sementara itu, seniman lokal yang hadir diantaranya Trie Utami dari Jakarta, Tebo Aumbara dari Ubud Bali, Youliez Mbix dari Ubud Bali, Rayhan Sudrajat dari Bandung, Unen-Unen Rengel dari Tuban, Doyok Anggara dari Solo, Log Sanskrit dari Jogja, Topeng Endel Ibu Suwitri, Wayang Pring Ki Sri Widodo, dan seniman lokal lainnya.

Bumijawa Festival dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pentas seni budaya, kirab budaya, workshop musik, seminar pariwisata, seminar budaya, arena dolanan anak, pameran UMKM dan produk unggulan daerah, serta launching website pariwisata Kabupaten Tegal, menjadi sebuah media untuk menggugah kesadaran bersama bahwa potensi yang ada di Kabupaten Tegal harus dipetakan, dirajut, dan digarap bareng secara bergotong-royong.

Kegiatan budaya ini menggunakan dua panggung yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Cempaka, panggung utama di lapangan sepak bola Cempaka, dan panggung kedua berada di area hutan bambu yang terpisahkan oleh kolam mata air Tuk Mudal.

Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah yang datang membuka festival mengatakan, penyelenggaraan Bumijawa Festival 2018 menunjukkan kekayaaan dan keberagamaan seni tradisional yang dimiliki masyarakat Kabupaten Tegal.

"Inilah potensi wisata desa yang bisa dikelola sebagai atraksi wisata. Untuk itu saya minta event semacam ini bisa diselenggarakn kembali di tahun-tahun berikutnya dan bisa direplikasi desa-desa lainnya dengan keunggulan yang spesifik sebagai daya tariknya," katanya.

Umi menyebut beragam acara yang digelar sangat menarik dan menghibur. Dia berharap Bumijawa Festival 2018 bisa menambah khazanah kepariwisataan di Kabupaten Tegal terutama menyangkut destinasi wisata desa yang akan berdapak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Lewat gelaran Bumijawa Festival 2018 yang bernuansakan etnis pedesaan ini diharapkan tidak hanya mampu menyedot animo pengunjung atau wisatawan, tetapi juga ajang pembuktian bahwasanya masyarakat dea mampu berperan sebagai pelaku usaha," tandasnya.

Bumijawa Festival ditutup dengan penampilan Bupati Tegal, Enthus Susmono yang berkolaborasi dengan Tri Utami dan seniman lainnya. Selain itu, juga ada pertunjukan pesta kembang api.

 

(Dwi Putra GD /SMNetwork /CN41 )