image

Yayuk Basuki dan Tamarine Tanasugarn (suaramerdeka.com/Arif M Iqbal)

14 September 2017 | 22:00 WIB | Nasional

Yayuk Basuki Berbagi Ilmu dengan Petenis Yunior

JAKARTA, suaramerdeka.com- Mantan ratu tenis Indonesia, Yayuk Basuki, turut berbagi ilmu dengan para petenis yunior di Jakarta, Kamis (14/9). Dia melatih anak-anak usia dini bagaimana cara memegang raket, memukul bola hingga mengarahkan bola ke seberang
net dengan benar.

Tercatat sekitar 30 anak yang mendapatkan pelatihan, 20 di antaranya berasal dari Yayasan Rumah Piatu Muslimin. Sedangkan 10 yang lain merupakan petenis yang menekuni olahraga ini melalui jalur amatir.

Kegiatan tersebut juga sebagai rangkaian WTA Future Stars Clinic 2017 edisi Jakarta. Yayuk tak sendirian, tapi didampingi bintang tenis Thailand era 90an, Tamarine Tanasugarn dan Vice President WTA Asia-Pacific, Melissa Pine.

Menurut Yayuk, para petenis cilik di tanah air perlu mendapatkan pemahaman bahwa tenis merupakan salah satu olahraga favorit di dunia. Sebab itu, mereka yang sudah telanjur menekuni tenis diharapkan tak cemas karena jika mendapatkan prestasi, maka sponsor akan datang dengan sendirinya.

"Saya yakin, kalau petenis bermain bagus, lalu berprestasi, pasti akan banyak sponsor yang mau memberikan dukungan. Hal-hal semacam ini yang perlu kami tanamkan kepada mereka," kata Yayuk.

Dia mencontohkan petenis putri Amerika Serikat, Sloane Stephens yang menjuarai US Open 2017, belum lama ini. Berkat prestasinya
menjadi kampiun di US Open, dia menjadi atlet kaya. Dia berhak memperoleh hadiah sekitar Rp 52 miliar.

"Jadi perlu diketahui, tenis itu olahraga besar. Sloane Stephens sudah membuktikannya," terang Yayuk.

Namun dia merasa miris karena olahraga tenis di Indonesia kurang dilirik masyarakat, bahkan pemerintah. Padahal olahraga
tenis bisa dipakai untuk mendapatkan pundi pundi medali dan hadiah jika atlet bersangkutan mampu menunjukkan prestasi.

"Bahkan jangan khawatir, jika setelah jadi petenis banyak hal yang bisa dilakukan. Karenanya, para orangtua harus mendukung
jika anaknya terjun di tenis," ujar mantan petenis yang pernah menempati peringkat tunggal ke-19 dan ganda kesembilan dunia ini. 

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN40 )