image

FOTO BERSAMA: Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum, foto bersama sejumlah pejabat Unnes serta empat pembicara asal luar negeri sebelum pertemuan Forum Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP) Indonesia di UTC Unnes Jl Kelud Raya, Semarang, Kamis (13/09). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

14 September 2017 | 21:30 WIB | Semarang Metro

Pendidikan Calon Guru Hadapi Banyak Tantangan

SEMARANG, suaramerdeka.com- Saat ini pendidikan calon guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) baik berbentuk Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di Universitas, IKIP, mau pun universitas eks-IKIP menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah. Hal ini terutama menyangkut upaya pengembangan kualitas pendidikan calon guru di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman MHum, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes, Prof Dr Fakhruddin MPd, sebelum membuka pertemuan Forum Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP) Indonesia di UTC Unnes Jl Kelud Raya, Semarang, Kamis (13/09).

Pada forum FIP JIP juga digelar The 9th International Conference for Science Educators and Teachers bertemakan Actualizing Education Science in Developing Sovereignty and Competitiveness of The Nation dengan pembicara Dr Branislav Pulala (Slovakia), Prof Ranbir Malik PhD (Australia), Dr Minna Makihonko (Finlandia), dan Prof Hamdan Said PhD (Malaysia).

"Ini cukup menantang karena banyak LPTK sekarang berstatus universitas yang tidak hanya menyelenggarakan program kependidikan saja,  melainkan juga non kependidikan. Tuntutan untuk mengimbangi kualitas dari PT non kependidikan di kancah nasional dan internasional menjadi tantangan tersendiri," ungkap Fathur Rokhman.

Menurut dia, LPTK sekarang menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah, terlebih perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat dan berpengaruh besar pada dunia pendidikan. Di sisi lain, secara riil Indonesia masih dihadapkan berbagai masalah seperti kemiskinan, kesenjangan kelas sosial, korupsi, dan kualitas pendidikan yang belum merata.

Ia berharap, dengan forum ini akan muncul solusi-solusi cerdas untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan dimasa yang akan datang. Sehingga dalam pendidikan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Dekan FIP UNNES Prof Dr Fakhrrudin MPd menjelaskan, acara ini juga akan membahas isu-isu keilmuan mau pun praktis pendidikan yang terjadi di lapangan. Kerja sama antara fakultas dan jurusan kependidikan diharapkan lebih meningkat dengan adanya forum ini.

(Arie Widiarto /SMNetwork /CN40 )