image

ARAHAN TIM: Jajaran Kodim 0723/ Klaten dan Danramil mendengarkan arahan Ketua Tim Sergap Mabes TNI AD, Brigjen TNI Sudarto, di aula Kantor DPKPP, Kamis (14/9). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

14 September 2017 | 21:00 WIB | Solo Metro

Serapan Gabah Petani Lampaui Target

KLATEN, suaramerdeka.com - Jumlah gabah petani di Kabupaten Klaten yang diserap Perum Bulog dengan dukungan Tim Segrap TNI AD tahun 2017 melebihi target. Bulan September, gabah yang terserap sudah 38.552 ton.

Pasiter Kodim 0723/ Klaten, Kapten Inf R Basuki menjelaskan, hasil kegiatan Tim Serap Gabah Petani (Sergap) Kodim 0723/ Klaten bersama instansi lain sampai tanggal 13 September 2017 sudah di atas target.

"Target gabah sebesar 35.367 ton tetapi realisasinya sudah 38.552 ton," jelasnya, Kamis (14/9) saat paparan di hadapan Tim Sergap Mabes TNI AD di aula Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Pemkab Klaten.

Tim yang dipimpin Brigjen TNI Sudarto itu bertemu dengan Kepala DPKPP Pemkab Klaten, Wahyu Prasetyo, jajaran Kodim 0723/Klaten dan seluruh Danramil. Dikakatan Kapten Inf R Basuki, dengan capaian itu maka jika dipersentase capaian serapan gabah di Klaten sudah mencapai 109 persen.

Jika dihitung dalam bentuk beras maka realisasinya sudah mencapai 19.276 ton dari target hanya 17.583 ton. Capaian itu dilakukan jajaran Kodim bersama DPKPP, Bulog dan para mitra Bulog.

Selama kegiatan di 2017 bahkan para Danramil dan anggota Koramil selalu mendampingi para mitra Bulog dalam rangka pencapaian
target. Meski tercapai, kendala di lapangan masih ada. Misalnya, beras di Klaten adalah beras premium, sehingga kecepatan menyerap sedikit kesulitan dan tidak ada pengering penggilingan di gudang. Namun berbagai kendala itu bisa diatasi dengan koordinasi.

Bulan Depan Panen

Menurut Kepala DPKPP Pemkab Klaten, Wahyu Prasetyo, luas lahan padi sampai September masih 15.000 hektare. Usianya 20-40 hari,   sehingga diperkirakan satu bulan ke depan panen.

"Jadi target akan lebih terlampoi, sebab masih ada yang belum panen," katanya.

Meski pun target tercapai, Dinas berharap pengawalan tetap dilakukan menjelang musim tanam III 2017. Ketua Tim Sergap Mabes AD, Brigjen TNI Sudarto mengatakan, capaian di Klaten membanggakan sebab sudah di atas 100 persen.

"Meskipun sudah di atas 100 persen upaya tidak boleh berhenti. Kalau ada kelebihan bisa dimoving dikirim ke daerah lain," terangnya.

Angka 109 persen itu tidak bisa dicapai kalau hanya oleh TNI AD sendiri tetapi yang lebih penting peran Dinas di Pemkab. Di
beberapa daerah lain seperti di Kabupaten Gunung Kidul dan Wonogiri target belum tercapai. Bahkan baru ada yang 37 persen. Namun meski baru 37 persen tercapai tetapi jika diwujudkan beras sudah melebihi tingkat kebutuhan warganya.

Di tahun 2018, ada baiknya target di kabupaten segera dibreakdown ke kecamatan dan koramil. Para Danramil bisa mengerahkan Babinsa untuk mengawal sampai ke desa.

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN40 )