• KANAL BERITA

Gugatan Perdata Ditolak, Korban First Travel Banding

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menolak gugatan perdata korban First Travel. Hakim Ketua Ramond Wahyudi dalam persidangan menjelaskan, alasan penolakan gugatan itu lantaran ada ketidaksesuaian jumlah pembuktian antara hakim dan isi gugatan.

Penggugat mendalilkan mengalami kerugian total Rp 49.075.199.550, tapi ternyata setelah dijumlahkan seluruhnya ternyata dibuktikan senilai Rp 1.104.250.756.

 "Menimbang berdasar musyawarah majelis hakim, mengadili dalam pokok perkara kesatu menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima, kedua menghukum para penggugat dengan biaya perkara," katanya di persidangan di Depok, Jabar, Senin (2/12).

"Putusan ini belum tetap, jadi ini bisa nanti dilanjutkan ke tingkat kasasi. Putusan ini akan saya bacakan tidak keseluruhan karena mengenai gugatan jawaban replik duplik," kata, Ramond Wahyudi.

Merespons penolakan gugatan perdata  itu, korban biro perjalanan umrah First Travel bakal melakukan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Salah satu penggugat, Ario Tedjo Dewanggono mengatakan, alasan yang dibacakan majelis hakim merupakan sampling saat pendaftaran gugatan ke Pengadilan Negeri Depok pada 4 Maret 2019.

‘’Memang ini hanya sampling dahulu. Kami sangat kecewa, padahal kalau dimintakan semua (bukti-bukti) kami sudah siap, satu koper loh pembuktian kami," ujarnya.  Pihaknya siap melakukan upaya banding. "Tentu, jadi kami akan banding,” ujarnya.

Mendengar putusan penolakan gugatan perdata itu, dalam persidangan, sontak disambut riuh sejumlah korban yang sedari pagi datang ke pengadilan. "Innalillahi wa innalillahi rojiun, keadilan di Indonesia telah mati," teriak sejumlah korban calon jemaah di ruang persidangan.


(Viva/CN39/SM Network)