image

Foto: istimewa

08 November 2017 | 16:55 WIB | Pringgitan

Ratu Shima, Wanita Penjaga Keperkasaan Kalingga

SOSOK Ratu Shima hingga kini masih mahsyur di Tanah Jawa bahkan Nusantara. Keperkasaan kepemimpinannya bahkan senantiasa terkenang sebagai seorang wanita.

Ia merupakan penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di pantai utara Jawa Tengah sekitar tahun 674 M. Ratu Shima lahir tahun 611 M di sekitar Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ratu Shima merupakan isteri dari Raja Kartikeyasinga yang menjadi raja Kalingga (648 – 674) M . Ketika suaminya mangkat, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara.

Ia adalah sosok yang tidak mau menyerah terhadap kodratnya sebagai wanita. Begitu suaminya meninggal, ia tampil menggantikan. Dalam menghadapi ekspansi Sriwijaya, ia juga tegar bahkan membangun aliansi dengan Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda.

Sang Ratu dikenal dengan sikap tegas sehingga sangat dicintai rakyatnya. Ia menerapkan hukum yang keras dan tegas untuk memberantas pencurian dan kejahatan, serta untuk mendorong agar rakyatnya senantiasa jujur.

Masa kepemimpinan Ratu Shima menjadi masa keemasan bagi Kalingga sehingga membuat Raja-raja dari kerajaan lain segan, hormat, kagum sekaligus penasaran. Masa-masa itu adalah masa keemasan bagi perkembangan kebudayaan apapun. Agama Budha juga berkembang secara harmonis, sehingga wilayah di sekitar kerajaan Ratu Shima juga sering disebut Di Hyang (tempat bersatunya dua kepercayaan Hindu Budha).

Dalam hal bercocok tanam Ratu Shima merancang sistem pengairan yang diberi nama Subak. Kebudayaan baru ini yang kemudian melahirkan istilah Tanibhala, atau masyarakat yang mengolah mata pencahariannya dengan cara bertani atau bercocok tanam. Kerajaan Kalingga beratus tahun yang lalu bersinar terang emas penuh kejayaan.

Pamor kepemimpinannya amat dicintai jelata, wong cilik, sampai lingkaran elit kekuasaan. Bahkan konon tak ada satu warga anggota kerajaan pun yang berani berhadap muka dengannya, apalagi menantang.

Sang Ratu mangkat tahun 695 M. Menurut Carita Parahyangan, cicit Ratu Shima, Sanjaya, yang menjadi Raja Galuh, dan menurut Prasasti Canggal adalah pendiri Kerajaan Medang di Mataram. Berdasarkan Naskah Wangsakerta disebutkan bahwa Ratu Shima berbesan dengan penguasa terakhir Tarumanegara.

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )