image

Makam Pangeran Sedo Laut. Foto: Istimewa

13 Juni 2017 | 18:12 WIB | Pringgitan

Susur Tilas Pangeran Sedo Laut di Rembang

MASJID Agung Kota Rembang berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati, alun-alun Rembang, dan terminal kota Rembang. Masjid tersebut merupakan cagar budaya, termasuk kompleks makam yang berada di belakangnya.

Bangunan cagar budaya ini dibangun tahun 1814 M oleh Adipati Condrodiningrat dan telah mengalami enam kali pemugaran. Namun demikian, bangunan induknya masih dijaga keasliannya.

Di belakang masjid ini terdapat makam para Adipati Rembang, di antaranya makam Adipati Sedolaut (1886). Sebagaimana prototype masjid kuna di Indonesia, kawasan masjid selalu menjadi kompleks pemakaman.

Sementara itu di belakang masjid, tepatnya di sisi barat, terdapat bangunan cungkup model arsitektur Eropa yang cukup megah, dengan ketinggian batur sekitar satu meter. Bangunan cungkup yang berbentuk segi delapan ini berpusat pada lima makam yang ada di dalamnya.

Kompleks makam tersebut terkenal dengan sebutan makam Pangeran Sedolaut, atau yang juga dikenal dengan Pangeran Sekarlaut. Kelima makam yang berjajar dari barat ke timur tersebut adalah:

Makam Adipati Condrodiningrat dengan jirat dari semen dan nisan berbentuk kurawal dari batu putih (1289 H).

Makam istri Adipati Condrodiningrat dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan makam suaminya (1291 H).

Makam R. Tumenggung Pratiktoningrat atau Kanjeng Pangeran Sedolaut dengan jirat dari susunan batu dan nisan dari semen (tahun 1757 Saka atau 1831 M).

Makam istri Kanjeng Pangeran Sedolaut dengan jirat dan nisan hampir sama dengan suaminya (tanpa rangka tahun).

Makam istri Patih Pati, yaitu Raden Ayu Sasmoyo dengan jirat dan nisan hampir sama dengan istri Pangeran Sedolaut, yang juga tak tertulis tahunnya.

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )

KULTUR TERKINI