image

Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

08 Februari 2018 | 07:33 WIB | Medis

Bio Farma Tingkatkan Kapasitas Produksi

BANDUNG, suaramerdeka.com- PT Bio Farma (Persero) bakal meningkatkan kapasitas produksinya seiring sejumlah target atas kinerja perseroan sepanjang Tahun 2018.  Saat ini, produsen vaksin yang berbasis di Bandung itu mampu menghasilkan beragam jenis produk vaksin hingga 2,5 miliar dosis.

Kebanyakan produk dilempar ke pasar luar negeri. "Langkah tersebut sebenarnya juga sebagai antisipasi kejadian luar biasa (KLB) di dalam negeri," kata Corporate Secretary BF, Bambang Heryanto di sela-sela media workshop "Towards Leading Lifescience Company" di Gronggong, Cirebon, Kamis (7/2).

Belum lama ini, KLB difteri sempat ditetapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk membantu penanganan pemerintah atas penyakit tersebut, Bio Farma sempat merelokasi peruntukan produk vaksin difteri yang sebelumnya bakal diekspor.

Untuk penambahan kapasitas produksi itu, BUMN farmasi itu telah menyiapkan dana belanja modal lebih dari Rp 1 triliun. Alokasinya di antaranya untuk peningkatan peralatan manufaktur guna menunjang pengembangan biosimilar hingga produk lifescience seperti stem cell, kit diagnostik, hingga produk darah.

"Itu juga termasuk untuk mewujudkan rencana kita membuat sendiri vaksin hepatitis B, yang selama ini masih import," tandasnya. Vaksin tersebut menjadi bagian produk unggulan Pentabio guna mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenza tipe B.

Untuk kinerja perseroan, mereka sudah menetapkan target pada tahun ini yakni meningkatkan penjualan bersih hingga 9 persen. Target itu senilai Rp 3 triliun.  Hal ini sejalan dengan target laba bersih perseroan yang ditargetkan naik 10,6 persen. Tahun kemarin, Bio Farma membukukan laba bersih sekitar Rp 525 miliar. "Karenanya, kita salah satunya fokus pada diversifikasi produk," katanya.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN26 )