image

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dokter Yulianto Prabowo MKes menyampaikan motivasi pada Kampanye Kesehatan yang digelar Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di SMK 1 Gombong, Jumat (24/11). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)

25 November 2017 | 08:18 WIB | Medis

Bapelkes Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

KEBUMEN, suaramerdeka.com -Dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jateng menggelar kampanye kesehatan. Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) digelar melalui serangkaian acara yang berlansung di kantor Bapelkes Jateng di Gombong, Jumat (24/11).

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan kampanye kesehatan di SMK Negeri 1 Gombong. Kampanye kesehatan dengan tema "Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku" itu diisi dengan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dokter Yulianto Prabowo MKes itu juga mendatangkan motivator anti Narkoba Danar and The Blangkon. Tampak pula Kepala Bapelkes Jateng Meiningsih.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng dokter Yulianto Prabowo MKes menyampaikan, kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) itu mencegah masyarakat agar tidak sakit. Germas merupakan upaya pemerintah dalam membangun kemandirian masyarakat dalam hidup sehat.

"Sekaligus sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," dokter Yulianto Prabowo kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

Germas dilakukan dengan membudayakan makan sayur dan buah-buahan, membudayakan olahraga secara teratur dan membudayakan cek kesehatan secara rutin. "Olahraga perlu dilakukan secara rutin bisa seminggu tiga kali. Tidak ada gunanya kalau tiga bulan sekali," ujarnya didampingi Tampak pula Kepala Bapelkes Jateng Meiningsih.

Lebih lanjut, Yulianto Prabowo menambahkan, masyarakat juga bisa mengadakan cek kesehatan dengan pos pembinaan terpadu (Posbindu). Seperti timbang berat badan, diukur tensi darah dan cek kesehatan. "Jika normal bisa diperhatikan, dan kalau tinggi bisa konsultasi dengan tenaga kesehatan," ujarnya.

Pendekatan Keluarga

Dalam kesempatan itu, dokter Yulianto Prabowo mensosialisasikan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Yakni setiap keluarga harus dikunjungi oleh tenaga kesehatan, didata dan digali permasalahan kesehatan. Setiap keluarga diberikan kartu kesehatan untuk mencatat masalah kesehatan yang dialami.

"Nantinya keluarga yang sehat agar bisa dipertahankan, dan keluarga yang masih bermasalah dalam kesehatan akan diintervensi oleh tenaga kesehatan," ujarnya.

Program ini merupakan program lanjutan dari adanya program kunjungan Puskesmas yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui program ini diharapkan mampu menyiasati permasalahan akses ke pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau di beberapa tempat. 

"Keluarga merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan  penyakit selain peran dari kualitas lingkungan dan sarana serta prasarana kesehatan," katanya.

(Supriyanto /SMNetwork /CN33 )