image

Sejumlah pelajar tengah membeli makanan dan minuman di kantin sehat yang diluncurkan pada program Warung Anak Sehat (WAS) dari Sarihusada di SD Negeri Gondolayu, Kota Jogja, Selasa (14/11). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

14 November 2017 | 13:36 WIB | Ibu dan Anak

Awas, 60 Persen Jajanan Sekolah Tercemar Mikrobiologi

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Peringatan keras ditujukan kepada orang tua untuk memperhatikan betul jajanan anak-anak mereka saat di sekolah. Pasalnya, lebih dari 60 persen jajanan sekolahan tidak memenuhi syarat makanan sehat.

Hal ini sebagaimana diutarakan Talitha Andini Prameswari selaku Warung Anak Sehat (WAS) Project Manager dari Sarihusada yang mengutip data Balai Besar POM DIY.

Menurutnya, berdasarkan laporan tahunan 2016 BB POM DIY, dari 16 sampel Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang diuji pada periode tersebut, 62,5 persen-nya diketahui tidak memenuhi syarat akibat cemaran mikrobiologi.

"Data tersebut menunjukkan adanya permasalahan gizi dari lingkungan jajan yang tidak sehat atau kurang higienis, tidak terkecuali di Kota Jogja. Untuk membantu mengentaskan permasalahan gizi anak sekolah tersebut, Program Warung Anak Sehat hadir dalam mewujudkan sekolah dengan kantin sehat melalui pendampingan dan penyediaan material edukasi," papar Talitha saat ditemui di SD Negeri Gondolayu Kota Jogja, Selasa (14/11).

Menurutnya, program WAS telah menjangkau 350 SD di empat kota. Selain Kota Jogja ada pula Bogor, Bandung, dan Ambon. Khususnya di DIY, pihaknya telah merangkul 100 penjual kantin sekolah yang tersebar di kota dan kabupaten disebut sebagai Ibu Warung Anak Sehat (IWAS).

Secara berkesinambungan Talitha menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan pelatihan kepada para IWAS untuk dapat menyediakan alternatif jajanan sehat berbasis lokal. Dalam membina sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah, program WAS berfokus kepada pemenuhan gizi sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dan pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro.

Salah satu sekolah di Jogja yang mendapatkan edukasi gizi serta pendampingan terhadap guru, orang tua, hingga penjual kantin, yaitu SDN Gondolayu. Sekolah yang tahun ini berhasil mendapatkan juara dua lomba sekolah sehat di tingkat kota, menjadi salah satu sekolah percontohan dari program WAS agar dapat memotivasi sekolah lain dalam menciptakan kebiasaan mengonsumsi jajanan sehat.

"Secara konsisten kami berusaha untuk terus memperbaiki pemahaman guru terkait gizi seimbang dan dapat disampaikan kepada para murid. Guru yang berperan sebagai panutan anak di sekolah juga perlu memberi contoh dan memperhatikan pola makan atau jajan anak agar tidak sembarangan. Upaya kami tersebut semakin diperkuat oleh program WAS dari Sarihusada," tandas Kepala Sekolah SD Negeri Gondolayu, FX Sukirdi.

(Gading Persada /SMNetwork /CN33 )