image
20 September 2017 | 13:03 WIB | Medis

Sering Merasakan Nyeri Ulu Hati? Waspadai Penyakit Ini

Oleh: dr. Rudy Dwi Laksono, M.Ked, SpPD FINASIM

         Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Columbia Asia

APAKAHAnda pernah merasakan sakit di bagian tengah atas perut yang diiringi mual atau perut kembung? Jika pernah, bias jadi Anda mengalami gangguan ulu hati atau biasa disebut dengan nyeri ulu hati.

Sakit ulu hati merupakan gejala sakit perut yang sering dikeluhkan oleh kebanyakan orang, kebanyakan dari mereka menduga nyeri ulu hati ini disebabkan oleh sakit maag. Memang ini merupakan penyebab tersering. Tapi tahukah Anda ternyata tidak hanya maag saja yang menjadi penyebabnya. Ada berbagai penyebab umum yang bias memicu rasa sakit di ulu hati.

Salam ilmu medis, daerah ulu hati disebut dengan epigastrium. Letak ulu hati berada di bawah tulang dada dan di atas pusar, serta berada di antara tulang rusuk. Selain mual dan perut kembung, rasa sakit di ulu hati juga bias diiringi sendawa, kram, rasa lapar, penurunan berat badan, atau muntah. Rasa sakit dapat menyebar ke atas dada atau punggung.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Columbia Asia dr. Rudy Dwi Laksono, M.Ked, SpPD FINASIM, nyeri ulu hati adalah rasa panas di dada, tepatnya di belakang tulang dada. Nyeri ini seringkali lebih buruk ketika berbaring atau membungkuk. Meskipun rasa sakit dirasakan di dada, nyeri ini tidak ada hubungannya dengan hati. Sebaliknya, memang sebagian besar disebabkan oleh asam lambung.

"Pada pasien yang pernah bermaslah dengan ulu hati, biasanya sakit tersebut merupakan representasi dari lambung, karena persis di bawah ulu hati adalah lambung. Ketika lambung bermasalah, tubuh mengirimkan sinyal atau tanda berupa nyeri di ulu hati. Jika dibiarkan, kalua memang benar-benar dari lambung, akan nada peningkatan asam lambung, jika tidak dikelola dengan baik akan melukai dinding lambung, makin lama makin banyak, sampai di lapisan pembuluh darah bias pecah. Namun, waspadai jika nyeri ulu hati terjadi pada usia tua, itu bisa merupakan sinyal dari serangan jantung," terangnya.

Namun demikian, ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan nyeri ulu hati. Misalnya adanya kecemasan sosial seperti pada saat Anda pertama kali masuk kerja atau sekolah, rasa cemas saat Anda harus menaji pembicara di suatu acara atau rapat kantor, rasa stres atau takut yang dapat disebabkan karena masalah keuangan, masalah di kantor, masalah dengan pasangan atau bisa juga karena merasa terlalu gembira yang kemudian menyebabkan gangguan pada perut, seperti saat Anda hendak menikah, lulus kuliah, atau bahkan berlibur.

Nyeri ulu hati ada juga yang disebabkan oleh pakreatitis. Pankreas adalah organ yang menghasilkan enzim yang membantu proses pencernaan dan hormone dalam mengatur upaya tubuh dalam memproses gula.

Pankreatitis terjadi ketika pankreas meradang. Rasa sakit akut bisa dirasakan hingga ke punggung yang biasanya diiringi dengan muntah. Gejala lainnya adalah perubahan warna di sekitar pusar atau panggul, perut kaku, dan rasa sakit pada perut kian parah seusai makan.

Untuk pengobatannya, sebelum dilaksanakan terapi, pasien harus didiagnosis dahulu untuk mengetahui apa sebenarnya penyebabnya. Diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik, dengan USG, dengan endoskopi, bisa dengan MRI ataupun CT Scan. Jika setelah dilaksanakan pemeriksaan, ternyata lambung yang bermasalah, maka akan diberikan obat lambung.

"Kemudian jika nyeri ulu hati timbul karena stres, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengusir nyeri ulu hati tersebut, Anda dapat menarik napas dalam-dalam. Kemudian selingi dengan olahraga ringan seperti berjalan atau meregangkan tubuh. Kemudian beristirahat sejenak dari pekerjaan atau kesibukan. Lakukanlah berbagai hal yang anda sukai seperti menonton televisi, membaca atau bermain. Selain itu berikan waktu istirahat yang cukup. Tidur siang dan waktu tidur yang cukup di malam hari juga dapat membuat tubuh Anda terasa lebih relaks dan mengurangi stres," ungkapnya.

"Pencegahan yang terbaik tentunya dengan memiliki pola hidup sehat. Jika ingin tidak memiliki nyeri ulu hati, pola hidup harus diperbaiki, makanan yang sehat dan bergizi (pola makan), lakukan aktivitas fisik yang rutin, seminggu lima kali, dengan minimal waktu 30 menit. Hindari stres dan jangan terlambat makan," terangnya.

Segera periksakan ke dokter bila Anda atau anak Anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati atau mual untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi virus atau bakteri. Apalagi jika selama dua hari sakit, belum juga membaik atau bahkan bertambah parah, seperti diiringi pembengkakan pada perut, demam, muntah, adanya darah pada tinja, merasa lemas, pingsan atau sulit bernapas.

Untuk mengetahui penyebab utama nyeri ulu hati, hanya dapat diketahui dengan melakukan pemerikasaan ke dokter. Dengan mengetahui penyebabnya, maka anda bisa segera mendapatkan pengobatan. Hindari mengonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter. Hal tersebut bisa saja meperparah nyeri ulu hati yang Anda alami.

(Red /CN33 )

KESEHATAN TERKINI