image

NIKMATI NASI JAGUNG GORENG: Pengunjung sedang menikmati nasi jagung goreng, di warung Lereng Cinta di Bendosari Salatiga. (Foto suaramerdeka.com/Moch Kundori)

03 Oktober 2017 | 12:56 WIB | Kuliner

Nasi Jagung Goreng, Unik, Gurih, dan Menyehatkan 

NASIgoreng. Semua sudah tahu. Tetapi kalau nasi jagung goreng, perlu dicoba. Ingin mencoba makanan ini,  silakan berkunjung ke warung Lereng Cinta yang berada di Bendosari Salatiga, sambil menikmati udara dingin kala malam hari di Salatiga. 

Dipadukan minuman wedang uwuh, makan nasi jagung goreng ini terasa nikmat. Wedang uwuh adalah minuman yang berisi aneka rempah-rempah, kayu secang, daun salam, cengkeh, jahe, kapulogo, alang - alang, dicampur gula batu, yang memberikan sensasi menghangatkan badan.

Membuat nasi jagung goreng, tak jauh beda dengan nasi goreng.  Hanya, kali ini tidak menggunakan nasi, melainkan jagung yang telah dihaluskan, dicampur dengan ayam cincang,  campuran sayur, wortel, buncis, kacang polong, biji jagung manis, cabai dan telur. 

Disebut nasi jagung,  karena bahan utamanya adalah jagung yang direbus.  Setelah matang baru ditumbuk halus dan dimasak seperti nasi goreng pada umumnya.  Bahan baku yang dipakai berasal dari jagung lokal, atau jagung putih karena dinilai lebih lezat dan empuk, jika dibandingkan dengan memakai jagung kuning atau hibrida.

Sembari menunggu masakan nasi jagung goreng ini selesai dimasak, membaca aneka buku yang disediakan. Penyuka atau pelanggan nasi goreng ini pun banyak bukan hanya dari salatiga tetapi luar kota. Seperti dari Ungaran, Semarang, Boyolali, bahkan hingga Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Para penyuka nasi ini, alasan utamanya karena jarang yang menjual. Setelah mencoba, ternyata membuat ketagihan setelah merasakan nikmat dan gurihnya nasi jagung goreng.   

"Nasi jagung merupakan makan sarat manfaat.  Butiran jagung yang sudah dimasak, mampu mengatasi gangguan pencernaan, mengatasi diare, menjaga kesehatan tulang, hingga meningkatkan antioksidan," kata Tugio Hartoko, (35) warga Ungaran yang makan di  warung tersebut. 

Penjual nasi jagung goreng Slamet Widodo (50)mengatakan, ide awal pembuatan nasi jagung goreng karena di wilayah Salatiga banyak jagung namun hanya dibuat makanan konvensional. Misalnya  dengan cara dihaluskan dan ditambah sayuran urap.   Menu seperti kurang menarik.  Maka dibuat variasi dengan menggoreng. 

"Warung buka mulai pukul 18.00 - 22.00. Dalam sehari saya mampu menghabiskan 10 kilogram jagung," tuturnya.

Untuk harga, dijamin tidak sampai menguras kantong.  Harga nasi jagung goreng relatif terjangkau.  Satu porsi dijual Rp 12.000.  Sedangkan wedang uwuh hanya  Rp 5.000.

(Moch Kundori /SMNetwork /CN19 )