13 Oktober 2017 | Internasional

LINTAS JAGAT

Kebakaran Merembet ke Permukiman

CALIFORNIA- Kebakaran yang menghanguskan wilayah sentral perkebunan anggur di California, Amerika Serikat, merembet ke permukiman penduduk, Kamis (12/10). The Washington Post melaporkan, peristiwa tersebut terjadi akibat musim yang kering dan udara yang mendukung rembetan api. Menurut harian itu, sudah 23 orang tewas akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sekitar 3.000 rumah dan infrastruktur juga ludes dilalap si jago merah di tiga wilayah di California. Sekitar 20 ribu orang telah dievakuasi dari delapan wilayah county. Ratusan orang disebutkan otoritas masih hilang akibat kebakaran yang terjadi Selasa lalu.(afp-niek-23)

PBB Rilis soal Rohingya

YANGON - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan operasi sistematis Myanmar terhadap warga muslim Rohingya dimaksudkan untuk mengusir mereka secara permanen dari wilayah Rakhine. Laporan yang dirilis PBB pada Rabu (11/10) waktu setempat itu merinci kampanye oleh militer Myanmar untuk meneror warga Rohingya lewat berbagai kekejaman, mulai dari pemerkosaan hingga pembunuhan. ”Serangan-serangan brutal terhadap Rohingya di Negara Bagian Rakhine telah terorganisasi dengan baik, terkoordinasi dan sistematis, dengan maksud bukan hanya mengusir penduduk keluar dari Myanmar, namun juga mencegah mereka kembali ke rumah-rumah mereka,” demikian laporan PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/10).(afp-23)

Pemimpin Catalan Diberi Waktu Enam Hari

MADRID - Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memberikan tenggat waktu enam hari kepada pemimpin wilayah Catalan, Carles Puigdemont, untuk memberikan penjelasan resmi apakah wilayah itu telah menyatakan kemerdekaan. Jika Carles Puigdemont memang mengukuhkan bahwa Catalan telah menyatakan memisahkan diri dari Spanyol, atau jika dia tidak memberikan jawaban, maka dia akan diberi ultimatum untuk menarik deklarasi kemerdekaan sebelum Kamis pekan depan (19/10). Jika pemimpin Catalan gagal memenuhi tuntutan tersebut maka pemerintah pusat dapat memohon penggunaan Pasal 155 Undang-Undang Dasar untuk mempertegas kembali pemerintahan langsung di Catalan.(afp-23)