13 Oktober 2017 | Solo Metro

CSR Pelaku Usaha Disinergikan dengan Potensi Daerah

WONOGIRI- Pemkab Wonogiri akan menyusun buku yang berisi profil potensi daerah. Buku tersebut disusun agar pengalokasian corporate social responsibility (CSR) dari para pelaku usaha bisa sinergi dengan potensi-potensi daerah Kabupaten Wonogiri. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonogiri, Sri Djarwadi melalui Kabid Ekonomi, Purwadi mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rakor mengenai potensi dan kemitraan tersebut, Rabu (11/10). “Kami mengundang pihak kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun profil potensi daerah sesuai dengan visi-misi Bupati dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Purwadi.

Wonogiri menyimpan banyak potensi ekonomi, antara lain berupa pertanian, ekowisata, agrobisnis, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun kemampuan keuangan daerah sangat terbatas untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Oleh karenanya, pemkab perlu lebih kreatif mencari sumber pendanaan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Salah satu sumber dana itu adalah CSR. “Contohnya banyak potensi wisata di Wonogiri. Tetapi, kadang fasilitasnya ada yang kurang. Seperti tidak adanya kamar mandi dan fasilitas penjualan oleh-oleh karena kekurangan sumber dana,” imbuhnya.

Agar pengalokasian CSR lebih terarah untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah, pihaknya perlu menyusun buku profil potensi daerah. “Dengan membaca buku itu, pelaku usaha mempunyai pandangan dan bisa memilih ke mana akan memberikan CSR-nya,” terangnya.

Dalam rakor tersebut, pihaknya menerangkan beberapa kriteria yang bisa dimuat dalam buku profil potensi daerah. Antara lain mempunyai potensi riil dan telah memiliki embrio pengelola potensi tersebut. Selain itu, potensinya berbasis kawasan, sehingga banyak masyarakat yang dapat menikmati efek positifnya. “Akan lebih bagus lagi jika berbasis sentra atau klaster. Kami berharap penyusunan profil daerah selesai tahun ini,” ujarnya.(J11-70)