13 Oktober 2017 | Suara Kedu

Cemilan Manis Penyebab Gigi Berlubang

YOGYAKARTA- Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), Dr dokter gigi Ahmad Syaifi SU Sp Perio (K) mengatakan, kerusakan gigi pada anak terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap saat. Hal itu disebabkan banyak faktor misalnya, pola makan yang tidak tepat dengan mengonsumsi camilan yang manis dan lengket. Pola makan tak tepat itu, menurut dia, menjadikan faktor utama pendorong kerusakan gigi. Kemudian, pola hidup sehat dengan menggosok gigi tidak tepat juga menjadi faktor pendukung kerusakan gigi. ’’ 91% masyarakat sudah melakukan sikat gigi, tapi hanya 2,3% yang melakukan sikat gigi di waktu yang tepat,’’ katanya di sela-sela acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Gadjah Mada (RSGM UGM) Prof Soedomo UGM Yogyakarta, Kamis (12/10).

Dijelaskan, waktu yang tepat untuk melakukan sikat gigi saat pagi hari setelah sarapan. Kemudian, sikat gigi kedua pada malam hari menjelang tidur. Dua kali sikat gigi itu dianjurkan agar gigi terjaga dari kerusakan. Sementara Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, dokter gigi Ratu Mirah Afifah menambahkan, camilan yang manis dan lengket bisa menurunkan derajat keasaman mulut, sehingga memiliki resiko gigi berlubang atau rusak cukup tinggi.

Cuci Mulut

’’ Sebaiknya kalau setelah makan camilan yang manis dan lengket itu segera mencuci mulut dengan air bersih. Bisa dengan kumur-kumur supaya sisa makanan tidak menempel pada gigi. Hal ini untuk menjaga gigi agar tidak berlubang,’’ imbuhnya.

Sedangkan Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSGM Prof Soedomo UGM, dokter gigi Harsini menganjurkan, camilan berserat agar kesehatan gigi bisa maksimal dengan mengunyah. Gerakan mengunyah ini bisa merangsang aliran kelenjar ludah sebagai pembersih alami rongga mulut dan menetralisir keasaman mulut. ’’ Camilan bertekstur lunak, tidak merangsang anak untuk mengunyah. Sebaiknya kalau camilan itu yang berserat,’’ jelasnya.

Pihaknya juga mengajak, supaya masyarakat lebih dini dalam melakukan perawatan gigi. Melakukan pemeriksaan gigi tidak harus saat gigi dalam keadaan sakit. Sedangkan, dalam kegiatan GKGN RSGM UGM Prof Soedomo menggelar pemeriksaan gigi gratis. Pemeriksaan gigi dilakukan selama tiga hari mulai dari tanggal 12 sampai 14 Oktober 2017. ’’ Kami senang dan bangga karena kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Yogyakarta dan sekitarnya,’’ katanya.(sgt-73)