13 Oktober 2017 | Suara Kedu

Bangunan Liar Ditertibkan

  • Kawasan Bandara Kulonprogo

KULONPROGO-Pemkab akan segera melakukan penertiban bangunan-bangunan liar di kawasan sempadan pantai di wilayah Kecamatan Temon yang juga masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, pihaknya mendapat surat dari berbagai pihak terkait keberadaan bangunan liar di sempadan pantai dan wilayah KKOP tersebut.

Di antaranya dari PTAngkasa Pura I dan dari TNI Angkatan Udara yang meminta agar bangunanbangunan liar tersebut ditertibkan. ’’ Maka itu, sudah saya bahas dengan Satpol PP, saya akan membuat tindakan khusus untuk penertiban ini. Tindakan ini akan kami laksanakan setelah selesai Suro, dua minggu lagi. Tujuannya agar tidak lagi menghuni tempat itu, kemudian tempat itu segera dikosongkan dan tidak mengganggu pembangunan,’’ kata Hasto, kemarin.

Untuk penertiban itu, pihaknya juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak PT Angkasa Pura I, Satradar Congot TNI AU, Kepolisian, serta Satpol PP. Mengenai bentuk penertiban Pemkab belum bersedia menjelaskan secara rinci. Namun, akan menempuh cara agar pemilik bangunan- bangunan liar seperti penginapan- penginapan dan warungwarung merobohkan sendiri bangunan liar mereka. ’’ Saya akan membuat sedemikian rupa sehingga mereka akan merobohkan sendirisendiri,’’ tuturnya.

Hasto menegaskan, dalam penertiban itu tidak akan ada pemberian ganti rugi. Sebab, sudah jelas bahwa wilayah sempadan pantai tidak boleh didirikan bangunan. Bahkan, kalau dibangun merupakan pelanggaran undangundang lingkungan hidup. Orang yang melanggar ketentuan dalam undang-undang lingkungan hidup tersebut bisa dibawa ke ranah pidana. ’’ Saya juga sudah ke sana, sudah saya sampaikan (tentang hal itu). Itu juga masuk KKOP, betul-betul kawasan keamanan yang tidak boleh dihuni oleh orang umum kecuali untuk kepentingan- kepentingan perlindungan terhadap bandara,’’ katanya.

Bongkar Paksa

Pembongkaran paksa merupakan jalan terakhir. Para pemilik bangunan liar itu mendirikan bangunan- bangunan, karena ingin mendapatkan akses orang yang menginap dan orang yang berbelanja atau membeli. Sehingga, kuncinya adalah memutus akses tersebut. Sebelumnya, Project Manager Pembangunan Bandara Kulonprogo PTAngkasa Pura I, R Sujiastono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemda DIY, Pemkab Kulonprogo, dan KGPAAPaku Alam X terkait perjanjian kerja sama pemanfaatan sempadan pantai.

Saat ini sedang dalam proses pembahasan lebih lanjut. ’’Kita harapkan tidak ada bangunan liar di area sempadan pantai tersebut, di sisi selatan rencana pembangunan bandara. Sebab, nantinya warga akan rugi sendiri, mengingat pembangunan tersebut di daerah yang jelas dilarang untuk membangun,’’ tambahnya.(H87- 73)