13 Oktober 2017 | Semarang Metro

PIGURA

Konsisten Bawakan Kasidah

SEJAKberkecimpung dunia menyanyi pada 2003, Asih Wardani tampaknya konsisten untuk menyanyikan lagu-lagu bernapaskan Islam atau kasidah. Wanita kelahiran 10 Januari 1987 ini, mengaku merasa mantap ketika lagu-lagu yang dibawakannya dalam aksi panggung, banyak mengandung unsur-unsur dakwah dan nasihat-nasihat sesuai ajaran Islam. ”Banyak tawaran nyanyi di setiap aksi panggung tetapi saya tetap konsisten hanya menyanyi kasidah. Saya pun tidak pernah lepas jilbab jika menyanyi. Jadi ini sudah keyakinan saya,” kata wanita yang beralamat di Karangbalong, Bener, Tengaran ini.

Alumnus PGMI IAIN Salatiga ini, juga mengaku cocok dengan karakter suara lagu kasidah. Karenanya lulusan MAN Salatiga ini tak ingin mencoba-coba lagu lain dalam setiap pementasan. Dengan suara melengking dan cengkokan-cengkokan khas yang dimilikinya, wanita murah senyum ini merasa pas bernyanyi kasidah. ”Saya pernah rekaman album kasidah bersama grup kasidah di Salatiga pada 2006. Saya juga banyak manggung di berbagai kota di Jateng. Intinya, saya tetap menyanyi lagu-lagu kasidah,” kata guru TK Mutiara Hati Noborejo Salatiga ini.

Pengidola penyanyi Rita Sugiarto ini, beranggapan musik kasidah masih banyak penggemarnya hingga sekarang. Terbukti banyak permintaan manggung dan tanggapan untuk hajatan, supitan atau akikahan untuk menyanyikan lagulagu kasidah itu. ”Jadi saya tidak khawatir, bahkan optimistis, permintaan menyanyi lagu-lagu kasidah saat ini cukup banyak. Jadi selain dakwah, menyanyi kasidah juga bisa untuk pemasukan ekonomi saya,” kata pemilik rias Dania Make Up Salatiga, Karangbalong, Bener, Tengaran ini.(Moch Kundori- 51).