13 Oktober 2017 | Semarang Metro

Pasar Andong Mulai Direnovasi

  • Pusat Rosok dan Akik

SALATIGA- Pasar Andong di Jalan Osamaliki, atau tepatnya di depan RSUD Kota Salatiga mulai direnovasi. Tahun ini target pembangunan adalah perbaikan los pasar, yang selama ini menjadi pusat perdagangan barang rosok (bekas) dan akik.

”Ditargetkan tahun ini adalah revitalisasi los pasar, yang kondisnya sudah sangat memprihatinkan. Pasar akan dibuat lebih representatif bagi pedagang,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Muthoin, kemarin.

Dia menerangkan Pasar Andong diharapkan mampu menampung sekitar 150 pedagang, terutama rosok. Geliat perkembangan Pasar Andong yang mulai ramai setelah dijadikan pusat perdagangan rosok, membutuhkan fasilitas pasar yang lebih representatif. Pembangunan Pasar Tradisional Andong menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 681,3 juta. Proses pembangunan dimulai 17 Juli 2017 selama 120 hari kerja dan berakhir pada 14 Nopember mendatang. Proyek tersebut digarap oleh CV Graha Estetika, dengan konsultan perencana CV Cahaya Konsultan, serta konsultan pengawas CV Graha Mulia. Sementara itu berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja masih mengerjakan bagian atap pasar, setelah pilar penyangga bangunan selesai. Lokasi los pasar yang dibantun tersebut, tepat berada di tengah pasar yang selama ini dijadikan los pasar.

Adapun Pasar Andong, sejak satu dekade ini telah beberapa kali mengalamai perubahan fungsi pasar. Pasar tersebut pernah menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Jetis. Tetapi karena kurang berkembang, akhirnya pasar dijadikan pusat perdagangan rosok.

Batu Akik

Selama beberapa tahun ini Pasar Andong ramai pengunjung setelah dijadikan sentra kerajinan batu akik yang sedang booming. Warga dari berbagai daerah mencari dan menjual berbagai akik di pasar tersebut. Sebagai pusat perdagangan barang rosok, pasar juga banyak dikunjungi warga. Barang rosok yang dijual mulai dari onderdil bekas mobil dan motor, hingga perlengkapan rumah tangga. Pasar Andong kerap pula dijadikan tempat wahana hiburan tradisional, seperti komidi putar, permainan anak, dan lainnya. ”Dengan direnovasinya Pasar Andong, kami berharap agar kegiatan perekonomian di pasar tersebut lebih baik,” ungkap Muthoin.

Widodo (35), pengunjung pasar mengatakan, sejak beberapa tahun ini dia memilih Pasar Andong untuk mencari barang bekas seperti onderdil mobil atau motor. Sejumlah onderdil yang sudah tidak lagi dijual toko, bisa ditemukan di pasar tersebut.(H2- 51)