13 Oktober 2017 | Semarang Metro

Jembatan Wonokerto Bisa Dilewati

  • Jalan Pantura Demak Tak Lagi Macet

DEMAK- Meski perbaikan Jembatan Wonokerto, Karangtengah belum selesai, tetapi mulai Kamis (12/10) pukul 13.25 sudah dibuka sehingga bisa dilewati semua kendaraan dari arah Demak menuju Kota Semarang. Pembukaan jembatan tersebut menjadikan arus lalu lintas Pantura Demak, kembali lancar dan tidak terjadi kemacetan panjang. Sebelumnya sekitar satu bulan terakhir, terjadi arus lalu lintas di Jalan Pantura Demak tersendat, akibat perbaikan Jembatan Wonokerto, Kecamatan Karangtengah.

Antrean kendaraan yang berjalan merambat mengular hingga lebih tujuh kilometer. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jembatan Wonokerto, Benny mengatakan saat ini perbaikan jembatan tinggal proses finishing, berupa pengecatan serta perataan aspal. ”Tetapi kami putuskan untuk dibuka, agar arus lalu lintas kembali normal. Untuk finishing bisa kami lakukan tanpa harus menutup penuh satu ruas jalan,” katanya.

Dia menuturkan, selama proses perbaikan jembatan tersebut harus dilakukan penutupan salah satu jalur karena mengganti pelat alas jembatan yang retak. Penggantian pelat harus dilakukan dengan membongkar aspal dan cor beton jembatan. Kasatlantas Polres Demak, AKP Christian C Lolowang, mengatakan pembukaan Jembatan Wonokerto membuat arus lalu lintas dari arah Semarang menuju Demak dan sebaliknya sudah kembali normal.

Perlu Alternatif

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Demak, Farodli mengatakan sebelum pemerintah merealisasi proyek perbaikan jembatan, sebaiknya menyiapkan jalan atau jembatan alternatif. Pembongkaran jembatan Wonokerto yang menimbulkan kemacetan panjang setiap hari telah mengakibatkan kerugian besar bagi pengguna jalan terutama angkutan barang. Sebab kemacetan lalu lintas membuat ongkos BBM yang harus ditanggung pengguna kendaraan membengkak. Belum lagi kerugian waktu dan keterlambatan pengiriman barang lantaran terjebak kemacetan. ”Jalan merambat hingga lebih dari 4 jam membuat sopir truk harus menambah uang solar Rp 100 ribu,” katanya. Senada disampaikan anggota DPRD Demak dari Fraksi partai Golkar, Sunari.

Menurutnya, dampak kemacetan panjang selama proses perbaikan jembatan Wonokerto harus menjadi pelajaran bagi pemerintah. ”Jangan sampai terjadi seperti ini lagi, kasihan masyarakat yang dirugikan,” tuturnya.(H1-51)