13 Oktober 2017 | Hukum

Istri Andi Narogong Dicekal

JAKARTA- Inayah, istri pengusaha Andi Narogong, dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pencegahan itu dilakukan terkait penyidikan tindak pidana korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) yang merugikan negara lebih dari Rp 2,3 triliun.

KPK juga mencegah Raden Gede, adik Inayah, dalam kasus yang sama. “Dalam proses penyidikan kasus E-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo, KPK mengirimkan ke Imigrasi tentang pencegahan ke luar negeri terhadap Inayah dan Raden Gede terhitung sejak 4 Oktober 2017 untuk enam bulan ke depan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis (12/10).

Sebelumnya, KPK telah mencegah Inayah dan Raden Gede ke luar negeri pada April 2017 lalu untuk enam bulan ke depan dalam penyidikan kasus E-KTP dengan tersangka Andi Narogong. Febri menyatakan bahwa pencegahan bepergian ke luar negeri dilakukan berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf b Undang-Undang KPK. “Penyidik membutuhkan keterangan para saksi tersebut dalam penyidikan ini dan jika dibutuhkan yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri,” kata Febri.

Periksa Dedi Prijono

Terkait penyidikan kasus EKTP dengan tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, KPK kemarin memeriksa dua saksi, yaitu Dedi Prijono yang merupakan kakak Andi Narogong dan Direktur PT Noah Arkindo, Frans Hartono Arief.

“Penyidik terus mendalami informasi transaksi keuangan selain aspek pengadaan dan penganggaran dalam kasus ini,” ucap Febri. Sebelumnya, Inayah mengungkapkan peran suaminya dalam pengadaan proyek E-KTP ketika bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, 28 Agustus lalu.

“Saya pernah dengar dari suami saya ada janji meeting dengan Pak Sugiharto dan Pak Irman,” kata Inayah dalam kesaksian. Inayah bersaksi untuk suaminya, Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp 1 miliar dalam proyek pengadaan E-KTP yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.(D3,ant-39)