13 Oktober 2017 | Hukum

Brigjen Aris Budiman Disebut Lakukan Pelanggaran Berat

JAKARTA- Pemeriksaan internal terhadap Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Aris Budiman, oleh tim Pengawasan Internal KPK telah rampung. Aris diduga melakukan pelanggaran etik berat terkait kasus surat elektronik (e-mail) penyidik Novel Baswedan dan kehadirannya dalam rapat Pansus Hak Angket KPK di DPR. “Ada indikasi temuan pelangaran berat. Tapi secara spesifik saya belum menerima informasi rinci tentang pada bagian mana indikasi tersebut,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kemarin.

Menurut Febri, setelah mendapat hasil investigasi dari pemeriksaan internal, Aris akan segera disidang oleh Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK, dalam waktu dekat ini. Hasil investigasi tersebut akan kembali dikaji oleh DPP untuk selanjutnya menjadi bahan dalam menentukan sanksi terhadap Aris. “Nanti di DPP akan diuji kembali, diuji fakta-faktanya dan indikasi pelanggaran tersebut,” jelas Febri.

Seperti diketahui sebelumnya, ada tiga permasalahan kode etik yang diduga dilanggar oleh Aris. Pertama, kehadirannya dalam rapat Pansus Hak Angket KPK yang tanpa seizin pimpinan KPK. Kedua, kasus e-mail protes yang dikirim oleh penyidik senior Novel Baswedan dan saat ini tengah berproses hukum di kepolisian, serta dugaan pertemuan Aris Budiman dengan anggota Komisi III DPR yang muncul di persidangan Miryam S Haryani.(K32-39)