image

SM/Agus Sukaryanto - DEMO BURUH: Ratusan pekerja migas yang tergabung dalam wadah Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Cilacap, Kamis (12/10).(19)

13 Oktober 2017 | Suara Banyumas

Ratusan Buruh Migas Demo

  • Tuntutan Kenaikan Upah

CILACAP- Ratusan tenaga kerja jasa penunjang (TKJP) di Pertamina RU IV Cilacap yang tergabung dalam wadah Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Cilacap, Kamis (12/10).

Aksi damai tersebut digelar untuk menanyakan jawaban atas tuntutan mereka mengenai upah minimum sektoral sebesar Rp 2,7 juta per bulan. Upah tersebut diberlakukan per 1 Januari 2017. Saat ini upaha mereka Rp 2.236.748 sebulan. Ketua Umum FSBMC, Paryono mengatakan, saat ini para TKJP di Pertamina RU IV Cilacap dibayar Rp 2.236.748 sebulan. Ditambah insetif kehadiran Rp 300.000 sebulan dan tunjangan masa kerja sebesar 4 persen per tahun.

Sudah Maksimal

Upah sebesar pokok sebesar Rp 2.236.748/bulan mengacu ke saran dan pertimbangan yang disampaikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Cilacap melalui Surat Nomor: 567/249/32 tanggal 5 April 2017. ”Kami sengaja datang ke DPRD untuk beraudiensi dengan Komisi A dan Komisi D bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian yang telah memperjuangkan aspirasi kami ke Pertamina,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Cilacap, Taufik Urrokhman Hidayat mengatakan, semua aspirasi para TKPJ sudah disampaikan ke Pertamina. Jajaran direksi Pertamina akhirnya mau memenuhi tuntutan para pekerja. ”Namun besaran upah yang disetujui pihak Pertamina sebesar Rp 1,5 juta sebulan. Upah tersebut sebagai upah minimum sektoral yang dibayarkan per 1 Juli 2017. Upaya kami sudah maksimal. Kami berharap para pekerja mau menerima keputusan tersebut,” kata Taufik.

Head Office Area Manager Pertamina RU IV, Didin Mujahidin mengatakan, Pertamina telah bersedia memenuhi tuntutan TKPJ. Upah pokok mereka naik menjadi Rp 2,5 juta sebulan. Kenaikan tersebut diberlakukan per 1 Juli 2017.

”Dengan naik menjadi Rp 2,5 juta sebulan maka nilai kenaikan upah TKPJ di Pertamina RU IV lebih besar 48 persen dibandingkan dengan upah minimum kabupaten (UMK) Cilacap yang ditetapkan Gubernur dan lebih besar 20,9 persen bila dibandingkan dengan nilai upah tahun 2016,” katanya. Menanggapi penjelasan tersebut, Ketua Umum FSBMC Paryono mengatakan, pihaknya belum bisa memberi jawaban apakah menerima kenaikan yang disampaikan Pertamina atau tidak karena harus mengadakan rapat di internal FSBMC dulu.

”Kami belum bisa memberi jawaban, apakah menerima kenaikan tersebut atau tidak. Kami akan mengadakan rapat dulu. Sebab tuntutan kami adalah, upah sebesar Rp 2,7 juta sebulan dan diberlakukan per 1 Januari 2017,” katanya. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Cilacap, Kosasih mengatakan, pihak berharap FSBMC mau menerima kenaikan yang telah diputuskan Pertamina. Kalau ternyata FSBMC belum mau menerima maka masalah tersebut sebaiknya diselesaikan melalui rapat bipatrit pribadi.(ag-19)