image

SM/Mohamad Sobirin - BELAJAR BATIK : Sejumlah murid MIN di Kroya tengah belajar membuat batik abstrak di sanggar Batik Balasik, Desa Kroya. Saat ini perbatikan tengah menggeliat di Cilacap dengan sedikitnya ada 15 perajin batik di Cilacap. (19)

13 Oktober 2017 | Suara Banyumas

Perajin Batik Bermunculan di Cilacap

  • Oleh Mohamad Sobirin

PERBATIKANdi Kabupaten Cilacap saat ini terus berkembang. Dari semula cuma satu perajin yaitu Rajasamas, di Kecamatan Maos, kini telah muncul beberapa perajin yang tersebar di sejumlah kecamatan. Selain di wilayah Cilacap timur, di wilayah Cilacap barat juga muncul para perajin, sehingga kini jumlah perajin batik semakin merata di Cilacap.

Salah satu faktor pendorong munculnya banyak perajin batik di Cilacap adalah pangsa pasar yang masih terbuka luas. Sehingga untuk menekuni dunia batik di Cilacap dinilai jelas pasarnya oleh para perajinnya. Kini dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, jumlah perajin batik di Cilacap sudah ada 15 perajin, baik pemula maupun pemain lama. Dan wilayah eks Distrik Kroya termasuk yang paling banyak.

Seperti misalnya Kecamatan Maos dengan Batik Rajasasamas, Kecamatan Adipala dengan Batik Seloka, Kecamatan Nusawungu Batik Sukawaru dan Canting Mas, dan Kecamatan Binangun Batik Wringin Putih. Dari sejumlah kecamatan di eks-distrik Kroya itu, paling banyak ada di Kecamatan Kroya yaitu sebanyak empat perajin yaitu Batik Noor, Desa Bangsa, Batik Subama dan Batik Canting, Gading, Desa Bajing, serta Batik Balasik, Desa Kroya.

‘’Ceruk pasar yang masih sangat besar ini membuat hampir di seluruh wilayah Cilacap ini muncul pembatik,’’ kata Ansor Basuki Balasik yang tak lain merupakan pemilik sanggar Batik Balasik yang beralamat di Jl. Pangrango RT 31/05, Desa Kroya, Kecamatan Kroya. Dikatakan, sejumlah faktor membuat sebuah batik bisa dilirik konsumen. Selain dari bahan kainnya yang bagus, motif yang indah, menarik dan kreatif juga menjadi faktor utama yang membuat sebuah batik diminati pembeli.

‘’Tiap perajin harus memiliki kekhasan dalam motif. Ini tergantung dari kreatifitas pembuatnya,’’ kata sosok yang dikenal sebagai budayawan Cilacap itu. Contohnya, tambah dia, batik buatan dia mendasarkan pada motif abstrak yang memiliki ciri khas goresan malam yang liar dan bebas dengan pewarnaan tajam. Motif tersebut oleh Ansor Basuki Balasik diberi nama motif Angsoran.(19)