image

SM/Trisno Suhito - SAKSIKAN PENANDATANGANAN: Kepala BNN Batang Teguh Budi Santoso didampingi Kepala Kesbangpol Agung Wisnu Barata menyaksikan penandatanganan kerja sama oleh perwakilan berbagai sekolah dan ormas dengan BNN, kemarin.(15)

13 Oktober 2017 | Suara Pantura

Sekolah Diminta Cegah Penyalahgunaan Obat

BATANG- Berbagai sekolah di Kabupaten Batang diminta aktif mendukung program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Salah satunya bagaimana bisa mencegah terjadinya penyalahgunaan obatobatan yang saat ini marak terjadi pada kalangan pelajar. Hal tersebut dikatakan Kepala BNN Batang Teguh Budi Santoso dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama P4GN antara BNN Batang dengan institusi pendidikan dan kelompok masyarakat, Kamis (12/10).

Kegiatan yang digelar di kantor BNN Batang dihadiri Kepala Kesbangpol Agung Wisnu Barata serta pimpinan sekolah dan ormas yang ada di Kabupaten Batang. ”Penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika tidak bisa hanya jadi tanggung jawab BNN.

Tapi juga semua elemen. Karena itu, kami harapkan ada sinergi antara BNN dengan institusi pendidikan dan kelompok masyarakat untuk bisa mendukung program P4GN. Termasuk bagaimana sekolah bisa ikut terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan obat pada kalangan pelajar,” ucapnya.

Teguh mengungkapkan, salah satu kecenderungan yang terjadi di Kabupaten Batang sekarang ini adalah meningkatnya kasus penyalahgunaan obat-obatan pada kalangan pelajar. Seperti penggunaan pil pil pil trihexyphenidil dan dextromethorphan. Pil jenis ini di pasaran di jual murah dan jika dikonsumsi bisa menimbulkan efek halusinasi serta kecanduan pemakainya. ”Ironisnya itu dilakukan golongan coba pakai oleh kalangan pelajar. Ini harus jadi keprihatinan bersama karena merusak generasi masa depan.

Sekolah harus menjadi bagian penting untuk bisa mencegah terjadinya penyalahgunaan obat-obatan pada kalangan pelajar. Demikian juga pada narkotika,” tuturnya. Teguh juga meminta agar sekolah untuk bersifat terbuka jika mengetahui ada peserta didiknya yang melakukan penyalahgunaan obat-obatan dan memakai narkotika. Mereka diminta segera melaporkan ke BNN.

Para pemakai atau pecandu tersebut nantinya akan direhabilitasi atau disembuhkan dari kecanduan barangbarang tersebut. Prosesnya gratis dan tidak dipungut biaya. Kepala Kesbangpol Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan telah menjadi ancaman serius bangsa selain korupsi dan terorisme.

Apalagi dampaknya ini sangat besar karena menyangkut generasi bangsa ke depan. Karena itu, semua komponen harus membangun keseriusan untuk melawan penyalahgunaan obatobatan dan juga narkotika. ”Penandatanganan kerjasama antara BNN dengan sekolah dan kelompok masyarakat jangan hanya jadi sekedar formalitas. Namun harus diikuti dengan langkah-langkah kongkrit di lapangan. Bagaimana sekolah dan Ormas bisa melakukan berbagai aktivitas riil untuk mendukung program P4GN,” tuturnya.(H56-15)