image

SM/Riyono Toepra - ADEGAN PENEMBAKAN : Tersangka Brigadir SEHP saat rekonstruksi memperagakan adegan penembakan, di halaman Mapolres Tegal Kota. Adegan penembakan itu diawali dengan menodongkan senjata api ke korban.(15)

13 Oktober 2017 | Suara Pantura

Keluarga Korban Tak Puas

  • Rekonstruksi Penembakan Juragan Kapal

TEGAL- Kasus juragan kapal ikan yang tewas ditembak polisi anggota Polresta Surakarta, Brigadir SEHP, di halaman parkir Karlita International Hotel Tegal, pada sekitar pukul 03.00 Kamis (28/9), direkonstruksi penyidik Unit II Sat Reskrim Polres Tegal Kota, kemarin. Penyidik selain menghadirkan 12 saksi, juga saksi korban penembakan lainnya yang masih hidup Dedy Setyo Utomo (30), warga Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Juga korban tewas Ragiman alias Warin (38) yang diperankan personel Sat Reskrim Polres Tegal Kota, Bripda Wendis.

Semula ada 19 adegan yang bakal diperagakan tersangka itu dan sejumlah saksi. Tapi setelah ada keterangan tambahan saksi yang dihadirkan, menjadi 24 adegan yang diperagakan. Pihak-pihak lain yang terkait dengan rekonstruksi tersebut juga memaklumi penambahan adegan tersebut.

Seperti Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tegal Depati Herlambang, Penasihat Hukum keluarga korban Ragiman, Dr Imawan Sugiharto, Penasihat Hukum tersangka Brigadir SEHP, Joko Santoso. ”Intinya dari rekonstruksi ini, memang benar ada penembakan. Kemudian bagaimana kronologinya. Jaksa penuntut umum juga yakin ada perbuatan pidana seperti ini. Kalau dari sejumlah saksi atau keluarga korban ada yang tidak puas dalam rekonstruksi ini, maka kejelasannya akan terungkap dalam fakta persidangan.

Apalagi semua kronologi yang diperagakan tersangka, korban dan saksi juga tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” kata Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKPAgustinus David P didampingi Kanit II Sat Reskrim Iptu Daryanto, berkait ucapan keluarga korban yang tidak puas dengan sejumlah adegan rekonstruksi tersebut.

Penjelasan Sama

Kasi Pidum Kejari Tegal yang juga jaksa penuntut umum, penasihat hukum korban dan tersangka, juga turut memberi penjelasan yang sama, berkait dengan protes dari keluarga korban. Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa mengatakan, rekonstruksi yang digelar penyidik Unit II Sat Reskrim memang untuk mengetahui lebih jelas kronologi peristiwa pidana yang terjadi.

Demi netralitas penyidik dan kelancaran membuat BAP, juga jaksa penuntut umum dalam membuat dakwaan, maka semua pihak yang berkait dihadirkan untuk menyaksikan rekonstruksi tersebut. Rekonstruksi sengaja digelar di Mapolres Tegal Kota, demi keamanan. Ruang kerja Kasat Reskrim dan unit-unit lainnya di Sat Reskrim, digambarkan sebagai lokasi karaoke room.

Sedangkan ruang lobi Mapolres Tegal Kota, digambarkan sebagai hall Diskotik Zodiak. Sebelumnya, usai digelar sejumlah adegan dalam rekonstruksi kasus penembakan yang menewaskan Ragiman (38) warga Jl Blanak Gg X/22 RT 8 RW 1 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, sejumlah keluarga korban menyatakan tidak puas.

Rohadi kakak korban tewas mengatakan, seharusnya saksi yang dihadirkan juga ada dari pihak keluarga korban. Juga saksi yang melihat korban diinjak-injak tersangka, dan pengancaman menggunakan senjata api laras pendek kepada korban serta saksi lainnya. Ketidakpuasan seperti itu, juga disampaikan penasihat hukum keluarga korban, Dr Imawan Sugiharto. Dia berencana akan menghadirkan sejumlah saksi saat kasus tersebut disidangkan.(D12-15)