13 Oktober 2017 | Suara Pantura

Perhutani Bantah Isu Lepas Celeng ke Hutan

BALAPULANG- Perhutani KPH Balapulang membantah isu yang beredar di masyarakat terkait keberadaan babi hutan atau celeng yang beberapa bulan terakhir kerap merusak tanaman pertanian dan menyerang warga.

Isu tersebut menyebutkan bahwa sekawanan babi hutan sengaja dilepas oleh Perhutani untuk mencegah adanya pembalakan liar atau pencurian kayu di hutan. ”Isu tersebut tidak benar. Perhutani tidak memiliki penangkaran babi hutan. Apalagi melepasnya ke hutan hingga membahayakan masyarakat,” ujar Wakil Administratur Perhutani Balapulang Budi Sutomo, kemarin.

Lebih lanjut dia menegaskan, dari informasi yang dia terima dari Perbakin, di wilayah Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, dulu memang ada sejumlah babi hutan yang sengaja dilepas ke hutan. Namun, dipastikan pelepasan binatang tersebut bukan oleh Perhutani melainkan pihak lain. ”Kami ingin meluruskan informasi tersebut. Perhutani tidak pernah melepas hewan tersebut ke hutan. Justru babi hutan juga merusak tanaman Perhutani, terutama tanaman kecil yang baru ditanam,” lanjut dia.

Habitat Rusak

Menurut Budi, banyaknya babi hutan yang turun ke lahan pertanian dan bahkan hingga masuk ke permukiman penduduk, dimungkinkan karena sejumlah faktor. Menurutnya, kondisi itu bisa terjadi karena memang populasi binatang liar tersebut sudah cukup banyak.

Faktor lainnya yaitu lantaran habitat mereka di hutan dirusak manusia dan faktor terakhir yakni karena kondisi cuaca. ”Selama beberapa bulan kemarin terjadi kemarau panjang yang menyebabkan sumber air dan makanan binatang tersebut mengering. Bisa jadi kawanan babi hutan turun ke lahan pertanian untuk mencari makan dan minum,” bebernya. Sebelumnya, warga dibantu aparat dari Kodim 0712/Tegal dan juga Perbakin memburu babi hutan di wilayah Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa.

Langkah tersebut dilakukan karena warga geram dengan ulah babi hutan yang telah menyerang dua warga hingga terluka parah. Dalam perburuan dua hari itu, dua ekor babi hutan ditembak mati.(K22-48)