13 Oktober 2017 | Suara Banyumas

Pembangunan Jalan Gerilya - Soedirman Dimulai

PURWOKERTO- Pembangunan Jalan Gerilya - Soedirman yang menghubungkan Jalan Gerilya dengan Jalan Jenderal Soedirman dimulai. Dimulainya pembangunan jalan tersebut ditandai dengan prosesi ground breaking yang dilakukan Bupati Banyumas Achmad Husein, Kamis (12/10).

Bupati mengatakan, ide pembangunan Jalan Gerilya - Soedirman sudah muncul sejak beberapa tahun silam, dan akhirnya pembangunan dapat dimulai saat ini. ”Ide ini (pembangunan Jalan Gerilya - Soedirman) sudah ada sejak zaman Pak Joko Sudantoko. Pembangunan jalan ini banyak tantangan, tapi saat ini terlaksana,” ucapnya saat memberi sambutan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, pembangunan Jalan Gerilya - Soedirman ini, didasarakan pada kajian Dinas Perhubungan bahwa Jalan Jenderal Soedirman, dan Jalan Gerilya termasuk jalan yang relatif padat. Oleh sebab itu perlu ada pemecahan arus lalu lintas. ”Tahapan pembangunan jalan ini cukup panjang, diawali proses pembebasan tanah, yang kemudian akan diikuti pekerjaan konstruksi,” ucapnya.

Menurutnya tahun ini, pembangunan tahap I jalan tersebut akan dimulai dari sisi selatan atau mulai dari Jalan Gerilya. Pada pembangunan tahap I, dilakukan pekerjaan penyiapan lahan, serta pembuatan badan jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 26 meter. ”Pekerjaan akan dilaksanakan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Banyumas dengan nilai kontrak Rp 3.909.060.000 dan waktu pelaksanaan selama 70 hari kalender,” kata dia.

Adapun prosesi ground breaking, dilakukan dengan kegiatan simbolis berupa perobohan gedung yang telah dibebaskan oleh bupati. Lokasi itu nantinya akan menjadi badan jalan. Diberitakan sebelumnya, menurut Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPU Kabupaten Banyumas Achmad Taufik, pekerjaan fisik pada tahun ini, menurutnya masih sebatas penyiapan lahan untuk pembangunan badan jalan. Adapun pekerjaan tersebut, lanjutnya akan dimulai dari arah Jalan Gerilya.

Penyiapan lahan itu, dilakukan pada lahan yang telah dibebaskan terlebih dahulu, atau pada tahap pertama pembebasan lahan. ”Untuk tahun ini, kita hanya menyiapkan badan jalan, juga gorong-gorong. Kalau untuk pembangunan fisiknya mungkin tahun depan, karena bertahap,” ucapnya.(K17-19)