12 Oktober 2017 | Olahraga

MENTAL YANG BERBICARA

MAGELANG- Kemenangan 3-0 PSIS Semarang atas Persibat Batang pada laga pamungkas babak 16 besar Liga 2 Grup B di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Rabu (11/10) sore, menunjukkan mental juara skuad asuhan Subangkit.

Laskar Mahesa Jenar langsung bangkit selepas kalah 1-3 dari tuan rumah PSMS Medan, Sabtu (7/10). Meski tanpa kapten Haudi Abdillah dan striker Hari Nur, tim kebanggaan Kota ATLAS tetap tampil memikat.

Gol-gol PSIS dicetak Taufik Hidayat pada menit ke-36, Erik Dwi (47), dan Rio Saputra (58). Hujan yang mengguyur lapangan mulai menit ke-75 tak berpengaruh terhadap performa PSIS. Keunggulan mental Mahesa Jenar diakui Abdul Mungin, asisten pelatih Persibat.

Menurut dia, tiga gol PSIS membuat pasukan arahan Daniel Roekito kepayahan. Apalagi gol yang dicetak Honi Makrufan pada menit ke-37 dianulir wasit Kuspriyanto karena dianggap offside. ”Gol pertama PSIS terjadi lantaran ketidaksiapan pemain kami dalam menghalau sepakan bebas.

Ini membuat pemain terbebani, ditambah semenit kemudian gol kami dianulir. Keputusan wasit membuat mental pemain makin down,” ungkap Abdul Mungin.

Mental Persibat yang menurun terlihat kian goyah setelah terciptanya gol kedua dan ketiga pada paruh kedua. Dengan hasil ini Benteng Alas Roban gagal menembus delapan besar. Mereka disalip PSMS yang unggul 1-0 atas Persita Tangerang.

Kian Berat

Di kubu PSIS, pelatih Subangkit menilai pertandingan berjalan ketat. Dia mengakui Persibat sempat merepotkan. ”Kami mampu meredam serangan mereka. Kesabaran dan kedisiplinan menjadi kunci kemenangan.

Secara keseluruhan, permainan tim selama babak delapan besar mengalami peningkatan. Kendati begitu, kami tetap akan melakukan evaluasi agar bisa berbicara banyak pada babak selanjutnya,” ujar Subangkit.

Pria asal Pasuruan itu menyatakan putaran delapan besar jelas lebih berat. Dia menyebut beberapa tim kuat seperti Persis Solo dan PSPS Pakanbaru. Juga ada Persebaya Surabaya dan Kalteng Putra. ”Tiap tahapan lawan kian berat. Kami harus lebih siap,” tegas Subangkit.

Pada babak delapan besar PSIS akan menempati Grup Y bersama PSPS plus dua tim lain, yakni juara Grup D dan runner up Grup C. Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho berharap timnya tetap fokus. ”Masih ada dua tahap yang harus kami lalui.

Para pemain harus fokus dan terus meningkatkan peforma dan semangat,” tutur Setyo Agung. Saat menjamu Benteng Alas Roban, Mahesa Jenar mampu mengendalikan permainan. Sayang, sejumlah peluang terbuang melalui striker Sholihul Islam dan winger Melcior Leideker.(mam,H85-16)