12 Oktober 2017 | Selebrita

Opshid Media Luncurkan Film ”Wage”

JAKARTA- Opshid Media meluncurkan film Wage yang mengeksplorasi perjalanan kepahlawanan Wage Rudolf Soepratman dalam menciptakan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” dan lagu-lagu nasionalisme lainnya.

Film yang diprakarsai oleh M Subchi Azal Tsani yang juga selaku eksekutif produser dan di bawah supervisi penuh Kyai Mochammad Muchtar Mu'thi tersebut dibuat untuk mengenang jasa WR Soepratman sebagai pahlawan sehingga dapat dijadikan sebagai teladan bagi generasi saat ini.

Direktur Opshid Media, Ivan Nugroho, menjelaskan pembuatan film itu didasarkan pada pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan WR Soepratman tidak berbanding lurus dengan jasa besar beliau untuk bangsa Indonesia.

”Film ini dibuat sebagai penghargaan untuk WR Supratman yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” paparnya. Film Wage, lanjut dia, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air dan moral luhur bangsa Indonesia serta mengeksplorasi rasa kebangsaan dan keindonesiaan dalam konteks anak muda.

Pesan Perjuangan

Ivan menjelaskan, pesan-pesan perjuangan bukanlah sesuatu yang klasik. Pesan-pesan perjuangan masih dapat diaplikasikan, sekalipun pada masa sekarang yang serba modern. ”Rasa cinta Tanah Air harus dipertahankan bahkan hingga setelah bangsa Indonesia merdeka, karena itulah satu-satunya benteng yang melindungi Indonesia dari kehancuran,” imbuh Ivan.

Wujud perjuangan Wage, lanjut Ivan, juga merupakan satu hal yang perlu digarisbawahi. Wage mengajarkan kepada kita bahwa tak semua perjuangan harus melalui pertumpahan darah, tapi juga dapat melalui seni dan karya. Terkait dengan target penonton, Opshid Media mematok angka minimal 1 juta penonton.

Hal tersebut dilihat bukan dari segi orientasi uang, tetapi karena pada dasarnya Opshid Media memiliki visi dan misi yang harus disampaikan kepada publik, sehingga semakin banyak yang menonton akan semakin baik.

Untuk investasi produksi total film, Opshid Media menghabiskan dana sekitar Rp 16 miliar. Dana tersebut selain untuk produksi film juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar. ” Edukasi dan pesan yang ingin disampaikan harus jelas dan tepat sasaran,” kata Ivan.

Karena pasarnya adalah generasi milenial, dia pun memanfaatkan media sosial yang sering digunakan anak muda untuk menyebarkan informasi. Film Wage akan tayang pada 28 Oktober mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.(bn-25)