12 Oktober 2017 | Fokus Jateng

Pelayanan Pelabuhan Rembang Tersendat

  • Provinsi Perlu Segera Tunjuk Plt

REMBANG- Penahanan Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Rembang Sukoco berdampak pada tersendatnya pelayanan di kantor tersebut. Pasalnya, sejumlah pelayanan dokumen, seperti Surat Laik Operasi (LSO), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) serta rekomendasi BBM masih harus menunggu untuk mendapatkan tanda tangan Sukoco.

Untuk normalisasi pelayanan pun masih harus menunggu kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng. Sebab, belum kejelasan apakah Sukoco diperbolehkan menandatangani dokumen dalam posisi menyandang status tersangka, atau Pemprov Jateng segera menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Untuk itu, diharapkan Pemprov Jateng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dapat segera mengatasi ketersendatan tersebut. Jika tidak, aktivitas melaut puluhan ribu nelayan di Kabupaten Rembang terancam terganggu. Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuna Santoso menyatakan, belum mempelajari kemungkinan tersangka Sukoco melaksanakan tugas sebagai kepala PPP di balik jeruji besi. Sebab, hal itu sejatinya menjadi domain dari Pemprov Jateng.

Ajukan Permohonan

Menurut Pungky, jika memang Pemrpov Jateng memberikan izin, Mapolres Rembang sebagai institusi yang melakukan penahanan tidak akan mempersoalkannya. Tetapi, tetap saja harus dipertimbangkan sisi praktis dan kewibawaan institusi. ”Saya belum update perkembangan terbaru. Tetapi, seharusnya pelayanan tidak boleh terhenti, karena ada tersangka baru.

Soal menandatangani dokumen di ruang tahanan, saya kira tidak masalah. Tetapi dari sisi praktis dan kewibawaan saya kembalikan ke instansi terkait apakah itu sudah yang terbaik,” terang Pungky. Penasihat Hukum Sukoco, Darmawan Setiady berpandangan, seharusnya kliennya tetap bisa menjalankan tugas tanda tangan dokumen dari balik jeruji.

Pihaknya tidak keberatan mengajukan permohonan itu kepada penyidik asalkan atas kemauan Sukoco sendiri. ”Bisa dan sah-sah saja menurut saya,” ujar Darmawan. Sementara itu, Rabu (11/10) Unit 3 Satreskrim Polres Rembang melimpahkan satu tersangka pungli PPP Rembang atas nama Agus Hari Probowo ke jaksa penuntut umum (PJU). Penyerahan tersangka juga disertai dengan penyerahan sejumlah barang bukti.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang, Rizal Ramdhani menyatakan, selanjutnya tersangka akan menjadi tahanan JPU hingga maksimal 20 hari ke depan. Sementara ini, sambil menunggu pelimpahan ke Pengadilan tersangka dititipkan di Rutan Kelas IIB Rembang. ”Saat ini kami mulai proses persiapan penyusunan dakwaan untuk disidangkan di pengadilan,” paparnya. (lee-41)