11 Oktober 2017 | Internasional

Nasib Catalan Segera Ditentukan

BARCELONA- Di tengah meningkatnya tekanan agar membatalkan rencananya untuk memisahkan diri dari Spanyol, pemimpin Catalan Carles Puigdemont, pukul 23.00 semalam, mengumumkan rencana bagi masa depan provinsi tersebut.

Muncul spekulasi dia akan mengumumkan deklarasi kemerdekaan secara sepihak menyusul referendum pemisahan diri yang didukung 90 persen warga Catalan pada 1 Oktober lalu. Kepolisian memperketat pengamanan parlemen regional di Barcelona, Spanyol, saat pertemuan antara Puigdemont dan dewan legislatif berlangsung pada Selasa pagi waktu setempat (10/10).

Kepolisian mengerahkan pasukan yang dipersenjatai senapan otomatis untuk menjaga gedung parlemen dan sejumlah tempat publik lain seperti Parc de la Ciutadella.

Sementara itu, kepolisian nasional Spanyol, yang diduga bertindak represif terhadap nasionalis Catalan sejak referendum berlangsung, tidak terlihat beroperasi. Pertemuan di parlemen Catalan ini mempertaruhkan nasib wilayah di timur laut Spanyol tersebut. Deklarasi pemisahan diri Catalan dianggap bisa memicu krisis politik terbesar sejak 1981 saat upaya kudeta militer berlangsung di Spanyol.

Akan Terisolasi

Hingga kini, pemerintahan Perdana Menteri Mariano Rajoy berkeras tidak mengakui hasil referendum yang dianggap inkonstitusional itu. Sebab, meski hasil referendum menunjukkan dukungan dari 90 persen suara, hanya 43 warga Catalan yang ikut memilih dalam pemungutan suara itu. Sampai saat ini pun pemerintah pusat menolak ajakan dialog pemimpin Catalan dan mengatakan Madrid akan segera menanggapi setiap tindakan deklarasi yang dilakukan secara sepihak.

PM Rajoy bahkan telah mempertimbangkan mempergunakan hak konstitusional untuk mencabut status otonomi dan membubarkan parlemen Catalan jika wilayah itu terus menuntut kemerdekaan. Sementara itu, pemerintah Prancis sudah dengan tegas menyatakan tidak akan mengakui kemerdekaan Catalan dan pemisahan diri akan langsung diartikan sebagai penghapusan dari keanggotaan Uni Eropa.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNews yang dikutip CNN, Nathalie Loiseau, menteri urusan Eropa Prancis, menyatakan deklarasi kemerdekaan akan membuat Catalan terisolasi. ”Jika kemerdekaan itu diakui, hal yang tidak dibahas sejauh ini, maka konsekuensi paling segera yang berlaku adalah (Catalsn) langsung keluar dari Uni Eropa,” ujarnya.

”Spanyol tidak akan terpecah, dan persatuan bangsa akan dipertahankan. Hingga titik akhir kami akan mengerahkan cara apapun yang ada dalam konstitusi,” kata Rajoy. ”Kami telah mendengarkan pendapat banyak orang. Kami mempercayai apa yang dipikirkan warga Spanyol dan mereka harus tahu bahwa pemerintah juga mengetahui betul apa yang mesti dilakukan.” (bbc,afp,rtrniek- 23)