08 Oktober 2017 | Layar

Campus Corner

Rumah Sahabat Udinus Ajarkan Kesehatan Reproduksi pada Siswa SD

  • Hari : Rabu (11/10) Pukul: 13.00 WIB

Memiliki keinginantahuan yang tinggi. Begitulah kesan para siswa kelas VI SD Daarul Quran (Daqu) ketika belajar tentang kesehatan reproduksi.

Ini merupakan kali kedua Rumah Sahabat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) diminta memberikan penyuluhan di sekolah yang beralamat di Jalan Gergaji Palem, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan itu.

Setahun yang lalu, Rumah Sahabat juga diminta memberikan sosialisasi tentang hal yang sama. Belum lama ini, 24 siswa mendapatkan materi tentang kesehatan reproduksi khusus untuk anak usia 8-13 tahun.

Mereka belajar tentang pubertas, cara menjaga kesehatan organ reproduksi, bahaya pornografi, dan mitigasi untuk pencegahan segala bentuk kekerasan atau kejahatan seksual.

Materi disampaikan menggunakan metode ceramah menggunakan media audio visual, diskusi, dan pemutaran beberapa video yang terkait dengan setiap jenis materi.

Kelas Edukasi

Rumah Sahabat adalah sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yang peduli terhadap problematika remaja khususnya pada isu Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan dan Zat Adiktif (NAPZA), serta HIV dan AIDS.

Kerja sama dengan berbagai sektor telah terjalin baik, seperti dengan Youth Center Pilar PKBI Jateng, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang, Rumah AIRA untuk penderita AIDS, jejaring peer educator di Perguruan Tinggi se-Kota Semarang, dan sektor terkait lainnya.

Roadshow kelas edukasi tentang KRR diselenggarakan oleh Rumah Sahabat setiap tahun sejak 2012 di beberapa SMK dan SMA di Kota Semarang. Namun, baru dua tahun terakhir ini UKM Rumah Sahabat diminta untuk membuka kelas edukasi di sekolah dasar.

Pembina UKM Rumah Sahabat Kismi Mubarokh SKM MKes menyampaikan, kelas edukasi merupakan hal penting untuk lebih mempersiapkan para siswa memasuki masa pubertas.

"Mereka harus mendapakan informasi tentang kesehatan reproduksi dari sumber yang bertanggung jawab, bukan hasil mencari di situs internet yang belum tentu jelas kebenarannya," papar Kismi. Antusiasme siswa SD tersebut sangat tinggi dalam menyimak proses pembelajaran.

Pengetahuan hampir semua siswa meningkat setelah dilakukan penyuluhan dari yang semula hanya lima orang yang bisa menjawab pertanyaan sebelum penyuluhan.

Tidak hanya siswanya, pihak sekolah menginginkan adanya kegiatan lanjutan, semisal penyuluhan yang diberikan secara berkala oleh UKM Rumah Sahabat Udinus.

Seperti apa agenda yang diselenggarakan UKM Rumah Sahabat Udinus tersebut? Simak liputannya dalam Campus Corner, Rabu (11/10) pukul 13.00 WIB.(Sofie-25)