08 Oktober 2017 | Layar

Liputan Khusus

Dewan yang Terbelah

  • Hari : Minggu (8/10) Pukul: 18.00WIB

Pemilu legislatif baru akan berlangsung pada 2019 mendatang. Namun, aksi meraih suara rakyat sudah mulai ditunjukkan para wakil rakyat di DPRD Kota Semarang.

Hal itu memicu peristiwa sidang paripurna yang sempat diboikot beberapa fraksi, demi menunjukkan keberpihakannya pada aspirasi rakyat. Rapat paripurna DPRD Kota Semarang yang mengagendakan penetapan perubahan Perda RPJMD Tahun 2016-2021 dan usulan tambahan penghasilan pegawai pemerintah Kota Semarang 2018, tak berjalan sesuai harapan.

Rapat yang semula diagendakan dimulai Rabu (27/9) pukul 15.00 WIB molor karena menunggu kehadiran sejumlah anggota dewan. Setelah terlambat hampir satu jam dari jadwal, rapat paripurna tetap digelar.

Sayang, sejumlah anggota dewan juga tak hadir tanpa keterangan jelas. Walhasil, rapat paripurna tidak kuorum atau tidak memenuhi ketentuan tata tertib dewan yang mengharuskan sidang paripurna dihadiri tiga perempat dari jumlah anggota dewan.

Mengapa sejumlah fraksi berbeda pendapat dalam rapat paripurna tersebut? Ikuti selengkapnya dalam program Liputan Khusus, Minggu (8/10) pukul 18.00 WIB.(Sofie-25)