image
08 Oktober 2017 | Her Spirit

Marcelin Agustinus

Wujudkan Mimpi

Tahun 2014 menjadi awal Marcelin Agustinus berkutat di bidang mode. Lulus sebagai sarjana psikologi dan bekerja di sebuah tempat kursus Bahasa Inggris di Kota Semarang tak membuat perempuan yang kerap disapa Celin ini puas.

Kegemarannya dalam menggambar dan mendesain pakaian membuatnya kembali berpikir ulang tentang mimpi-mimpinya. “Saat itu saya sudah 1,5 tahun bekerja di lembaga kursus bahasa Inggris.

Namun ada hal yang menurut saya kurang, mengingat hobi saya yaitu menggambar desain pakaian. Hingga pada satu titik saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saya dan fokus mengejar mimpi saya di bidang mode,” cerita Celin memulai.

Usai berhenti dari pekerjaannya, Celin memutuskan mengikuti kursus menjahit di LPTB Susan Budiharjo satu tahun. Di tengah kursus, perempuan penyuka bakso ini memberanikan diri untuk menjual hasil karyanya. “Saya memutuskan ikut kursus menjahit dan mencoba menjual hasil karya saya.

Sampai akhirnya saya membuka clothing line melalui media daring instagram dengan brand @marchbymarcelinagustinus dan juga mengikuti bazar yang diadakan di Semarang,” ujar Celin Melihat sambutan baik masyarakat akan bisnis fashion yang dijalaninya, perempuan berusia 28 tahun ini mengaku sempat menyesal karena telah menyia-nyiakan waktunya selama ini.

“Saya pernah berpikir kemudian menyesal mengapa tidak dari dulu langsung terjun ke dunia mode daripada membuang-buang waktu untuk kuliah S-1 Psikologi dan bekerja di lembaga kursus bahasa Inggris yang tidak nyambung dengan impian saya,” sesal bungsu dari empat bersaudara ini.

Namun penyesalan Celin tak berlangsung lama. Ia menyadari bahwa segala hal memang membutuhkan sebuah proses. “Sekarang saya menyadari bahwa semua butuh proses dan sama sekali tidak menyesalinya. Berkat gelar saya sebagai sarjana psikologi saya bisa mempraktikkan ilmu saya melalui cara marketing yang baik.

Ilmu ini saya terapkan saat bertemu klien dan menebak apa yang perempuan sukai dan butuhkan secara psikologis. Saya menargetkan perempuan karena memang perempuan lebih konsumtif dibandingkan dengan pria,” jelas Celin.

Penuh Syukur

“Begitu juga pengalaman saya bekerja di lembaga kursus bahasa Inggris. Saat ini beberapa klien juga saya dapat dari link di tempat saya bekerja dulu.

Jadi saya benar-benar mensyukuri setiap tahap proses yang sudah saya lalui dalam hidup,” tambah perempuan berambut panjang ini penuh syukur. Saat ini @marchbymarcelinagustinus sudah memiliki pelanggan setia bahkan dari luar pulau.

Meskipun telah sukses bukan berarti Celin tak mengalami kendala. “Kesulitan saya adalah sumber daya manusia atau tenaga kerja yang terbatas. Saat ini jumlah permintaan lebih banyak dari ketersediaan produk dan tenaga kerja,” kata Celin.

Meski dipusingkan dengan jumlah tenaga kerja yang minim, Celin selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada para klien. Bagi Celin kepuasan klien adalah hal paling membahagiakan dalam berbisnis.

“Ketika klien menerima dan memakai produk dari @marchbymarcelinagustinus kemudian meluangkan waktu untuk chat kami lagi hanya untuk mengatakan bahwa mereka sangat puas dengan produk kami, itu sangat membahagiakan. Apalagi kalau klien repeat order, itu membuktikan kalau mereka puas dengan kualitas produk kami,” ucap Celin ceria. (58)