image

Taman Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan

08 Oktober 2017 | Jalan-jalan

Taman Tebing Breksi dan Kampung Teletubbies

Puas bermain river tubing di Magelang, kita bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Yogyakarta. Kita bisa mengunjungi Taman Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan, Sleman, yang merupakan destinasi wisata baru di wilayah Sleman bagian timur. Tebing Breksi berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.

Kawasan itu juga berdekatan dengan objek wisata Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Banyunibo, dan Candi Barong. Untuk menuju lokasi, dari simpang tiga Candi Prambanan atau Pasar Prambanan menuju arah selatan jalan raya Prambanan-Piyungan, Bantul sekitar 2,5 km kemudian berbelok kiri mengikuti arah penunjuk jalan yang telah dibuat Pemkab Sleman.

Sedangkan dari arah selatan Jalan Wonosari, dari simpang tiga Piyungan ke arah utara lebih kurang 6 km. Di simpang tiga sudah ada warga yang bertugas mengarahkan wisatawan yang hendak menuju lokasi. Sekitar 1 km dari jalan Prambanan-Piyungan ke arah timur atau arah Candi Ijo, sudah sampai lokasi.

Tebing breksi dulunya merupakan bekas penambangan batu kapur yang telah ditutup. Areal penambangan batu kapur yang luas itu masih tersisa tebing kapur yang menjulang tinggi. Bekas galian penambangan itu membentuk guratan-guratan di batu yang tampak indah seperti kue lapis.

Karena sudah ditutup sejak tahun 2015, oleh warga kemudian dikelola bersama sebagai objek wisata alam. Untuk masuk lokasi, cukup murah dengan membayar tiket parkir sepeda motor Rp 2 ribu dan sumbangan sukarela baik rombongan atau perseorangan.

Pengunjung bisa berfoto-foto berbagai tempat yang telah disediakan pengelola. Di puncak bukit juga telah dipasang besi pengaman mengelilingi agar pengunjung aman dan tidak jauh. Ada banyak spot untuk berfoto seperti di tangga batu kapur menuju puncak bukit, ukiran atau pahatan wayang dan naga yang menempel di salah satu dinding.

Tak jauh dari Taman Tebing Breksi, terdapat kampung rumah teletubbies di Desa New Ngelepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Rumah-rumah yang disebut Domes for the World itu pada awalnya dibangun sebagai tempat tinggal pengganti dan tempat tinggal sementara bagi korban bencana gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada 2006.

Seluruh bangunan yang berada di kampung tersebut menggunakan desain rumah yang sama berbentuk separuh bola atau dome. Bentuk rumah tersebut memiliki kemiripan dengan rumah boneka dalam serial anak-anak yang pernah diputar di televisi nasional, yaitu Teletubbies. Saat ini Domes for The World dibuka menjadi desa wisata.

Ada sekitar 82 domesyang disulap menjadi desa warna-warni dan dihias gambar- gambar lucu dan unik. Rumah-rumah domeini berupa hunian, fasilitas umum, dan homestay. Rumah ini terdiri atas dua lantai dengan luas bangunan sekitar 38 meter persegi. Ruang bawah biasanya digunakan untuk ruang tamu, ruang makan, kamar tidur sebanyak dua ruang dan dapur. Sedangkan lantai atas digunakan untuk ruang keluarga.

Rumah ini memiliki desain dua pintu yaitu bagian depan dan belakang, dua pintu kamar, serta empat buah jendela yang terletak di bagian depan dua buah dan kamar tidur dua buah. Selain itu pada bagian puncak domes terdapat ventilasi yang berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam rumah.(25)