image

River tubing di Sungai Gono

08 Oktober 2017 | Jalan-jalan

Sensasi River Tubing di Little Ubud

  • Oleh Agung Mumpuni

Saat ini wisata petualangan semakin diminati. Di antaranya, aktivitas wisata air seperti tubing yang semakin hari kian banyak penggemarnya.

Dibeberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Kudus, Kendal, Boyolali, dan Magelang bermunculan beberapa tempat wisata yang menyediakan wahana river tubing. Ada yang dikelola oleh penduduk setempat, ada pula yang dikelola secara profesional. Meski menjadi tren, masih banyak orang yang bingung membedakan antara rafting dan river tubing. Dua jenis olahraga air itu punya persamaan sekaligus perbedaan. Rafting adalah sejenis olahraga mengendalikan perahu karet yang menyusuri bagian jalur sungai yang cukup dalam, berarus deras, berbatu-batu, dan memiliki jeramjeram yang menantang untuk ditaklukkan.

Aktivitas ini dilakukan secara berkelompok sekitar empat hingga enam orang dalam satu perahu karet dan masing-masing membawa dayung sebagai alat kemudi. Sementara river tubing bisa diibaratkan sebagai single rafting. Jika rafting menggunakan perahu karet, berbekal dayung dan dilakukan secara berkelompok dalam satu perahu karet, maka river tubing menggunakan ban dalam besar dan dilakukan secara individu.

Rafting mengandalkan kekompakan tim untuk mempertahankan kestabilan dan keselamatan perahu, sedangkan river tubing mengandalkan keterampilan individu saat menyusuri sungai. Biasanya sungai yang dipilih untuk aktivitas tubing tidak dalam dan jeram-jeramnya tidak terlalu ekstrem Jika Anda ingin menguji adrenalin dengan olahraga tubing, Anda bisa berkunjung ke daerah Magelang, khususnya di Kecamatan Candimulyo yang memiliki banyak aliran sungai dengan beberapa penyedia jasa river tubing yang memiliki keunggulan masing-masing.

Untuk river tubing dengan sensasi jeram yang cukup deras dan menantang serta mampu menguji adrenalin, Anda bisa menggunakan penyedia layanan Little Ubud yang berada di Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo. Di sini kita bisa menyusuri aliran air Sungai Gono selama sekitar 1,5 jam. Airnya masih jernih karena terletak di daerah hulu mata air.

Sungai ini juga memiliki pemandangan yang menyenangkan karena dikelilingi sawah yang subur, udara yang bersih, dan lingkungan desa yang asri. Untuk mencapai tempat ini, kita bisa menuju jalan yang mengarah ke Ketep Pass di belakang pabrik kertas Blabak, atau dari arah Armada Town Square Magelang. Lokasinya mudah dijangkau dan memiliki jalan aspal yang cukup baik. Sebelum melakukan pengarungan mandiri dengan ban, pemandu akan melakukan safety briefing.

Banyak peserta yang khawatir ikut tubing karena tidak bisa berenang, takut tenggelam atau terbawa arus. Nicky, pengelola wahana Little Ubud River Tubing, memberikan penjelasan bahwa river tubing cukup aman, bisa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa, pemula maupun sudah berpengalaman. Bahkan bagi orang yang tidak bisa berenang sekalipun masih cukup aman selama perlengkapan keselamatan dan pemandu bisa diandalkan.

Batasan tinggi badan yang boleh mencoba river tubing minimal 100 cm, dengan berat badan maksimal 120 kg. Tujuannya agar tetap aman dan nyaman, sesuai dengan kedalaman sungai dan tingkat derasnya arus sungai berikut kondisi alamnya. Selain itu, gunakan pakaian yang simpel dan nyaman. Jangan lupa sarapan, melakukan pemanasan atau senam ringan secukupnya agar kaki tidak mengalami kram akibat suhu air yang dingin dan pengaruh gerakan ban mengikuti arus sungai.

Langkah selanjutnya, peserta harus memilih ban sesuai dengan besar badan, mengecek kondisi ban dan memastikan pengamannya kuat. Ban pengaman standar internasional memiliki dua pegangan tangan di bagian kanan dan kiri. Di Indonesia masih banyak yang mengandalkan penggunaan ban bagian dalam yang sudah dilengkapi webing atau tali khusus untuk pengaman bagian pantat wisatawan dari kemungkinan terbentur bebatuan.

Seirama Arus Sungai

Petualangan dimulai saat Anda diangkut mobil bak terbuka dari pos yang berjarak sekitar 500 meter menuju titik start. Turun dari mobil, Anda harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju tepi sungai sambil membawa ban yang akan digunakan. Perjalanan terasa menyenangkan karena melewati pematang sawah. Pemandangan yang ada mengingatkan kita pada Desa Ubud di Pulau Bali. Setelah mencapai tepian Sungai Gono, ban-ban mulai diapungkan. Anda bisa membasahi diri dengan air sungai yang dingin untuk penyesuaian. Hati-hati bebatuan di sini sangat licin. Anda akan dibantu pemandu menaiki ban.

Kedalaman air sungai di sana umumnya berkisar antara 40 cm hingga 1 meter. Mungkin karena curah hujan pada bulan September sudah sangat berkurang sewaktu penulis melakukan tubing, sehingga debit air tidak begitu besar, tapi cukup untuk menghanyutkan ban dikendarai. Perjalanan river tubing dimulai saat ban yang menopang tubuh Anda akan bergerak melintasi sungai yang berkelak kelok, terhanyut oleh arus sungai yang deras di beberapa tempat. Suara tawa bercampur teriakan saat melewati jeram yang mewarnai sepanjang perjalanan.

Ada sekitar 17 jeram yang harus dilewati pada lintasan sungai sepanjang 2 kilometer. Wisata air ini akan lebih menyenangkan jika kita mengajak keluarga atau teman karena bisa membuat berbagai formasi dan bermain air bersama sehingga suasana menjadi lebih meriah. Di sepanjang lintasan, deretan bebatuan besar dan kecil bertaburan menghadang, membuat ban yang Anda kendarai bergerak berputar-putar, terbentur-bentur ke kanan dan ke kiri. Kadang badan menghadap ke depan, kadang berbalik arah menghadap ke belakang.

Anda tak selalu bisa melihat ke depan searah arus sungai, namun, ikuti saja arusnya. Ada kalanya ban terhenti karena gagal melewati hambatan batu besar. Sering pula peserta terlepas dari ban saat melewati jeram. Tak usah takut dan panik karena ada tim pemandu yang sigap mendorong ban kembali ke lintasan atau membantu Anda menaiki ban. Yang terpenting, luwes mengikuti arus, menyeimbangkan badan, dan menikmati perjalanan hingga akhir tercapai.

Namun, jika takut melewati jeram dengan naik ban, Anda bisa turun dan berjalan kaki hingga ke tempat yang tak berjeram untuk kembali naik ke ban. River tubing merupakan olahraga berisiko sedang. Tetap saja ada risiko terbentur, tergores atau terluka bila Anda kurang waspada. Bagaimanapun juga, bermain di alam mempunyai konsekuensi yang perlu dipahami. Anda harus bertanggung jawab atas keselamatan diri. Para pemandu hanya membantu mengurangi risikonya.

Dalam perjalanan hingga titik akhir, kita akan melewati beberapa jeram. Ada kalanya kita mendapatkan aliran sungai yang tenang. Sebelum mencapai titik akhir, Anda akan mendapat instruksi dari tim pemandu agar berhenti dan turun dari ban. Ternyata itu adalah bagian atas dari sebuah dam atau bendungan air. Di bawahnya ada air terjun buatan setinggi kirakira 2 meter. Di sini, Anda bisa uji nyali. Caranya dengan terjun dari ketinggian menuju hamparan air sedalam 1,5 hingga 3 meter.

Dari air terjun ini, kita kemudian melanjutkan perjalanan menuju ujung lintasan river tubing. Sesampai di base camp, ada beberapa toilet bersih yang sudah siap digunakan untuk mandi dan membersihkan diri. Biaya river tubing di Sungai Gono ini adalah Rp 40.000 per orang dengan perlengkapan keselamatan pelampung, helm, pelindung siku, dan pelindung lutut serta pengantaran dan penjemputan kembali ke titik awal.(25)