04 Oktober 2017 | Hello Kampus

Menumbuhkan Asa untuk Anak Bangsa

MENCERDASKANanak bangsa dari golongan mampu dan cerdas itu biasa. Memberi kesempatan belajar pada mereka yang berasal dari golongan menengah kebawah baru luar biasa.

”Kalangan ini kebanyakan juga memiliki kemampuan intelektual sebatas rata-rata meski tidak semuanya. Namun bagaimana pun tantangan itu harus dijawab.

Sebagaimana yang sudah kami upayakan dengan membuka ruang seluas-luasnya untuk mahasiswa golongan menengah ke bawah,”tutur Rektor USM Prof Dr Pahlawansjah Harahap SE ME, kemarin. USM merasa tak perlu menutupi fakta, terdapat banyak peserta perkuliahan dari kampus ini merupakan kalangan bawah.

Kampus itu justru ingin membuktikan peran nyata perguruan tinggi, yang dalam segala situasi harus berpihak pada rakyat. Mereka pun menghilangkan kesan gamang ! Toh, ini bagian mencerdaskan anak negeri. Harapan harus tetap dibangun supaya yang kurang beruntung merasa yakin bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi.

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Ir Joetata Hadihardaja menegaskan penerimaan mahasiswa dari golongan kurang mampu juga tak berkorelasi dengan mutu. Artinya dengan banyak memberi kesempatan pada mahasiswa berkekurangan bukan berarti menjadikan kualitas perkuliahan menjadi murahan. Banyak konsep yang boleh dikembangkan untuk mendorong penguatan mutu.

Diantaranya melalui model pengembangan beasiswa dari waktu ke waktu. Konsep ini bermuara membantu mahasiswa yang kesulitan secara ekonomi. USM yang didirikan semenjak 1987, bernaung di bawah Yayasan Alumni Undip. Perkembangan USM dalam usianya ke 30 tahun juga begitu melejit.

Dari semula sekadar menyewa lahan di kompleks Kampus Undip Pleburan, kini bahkan bisa mendirikan deretan gedung megah. Sebentar lagi, perjalanan panjang tiga dekade meniti jalan akademik juga bakal berbuah pendirian Fakultas Kedokteran. USM adalah sedikit dari ratusan kampus di Jateng yang akan mencetak sarjana kedokteran.

Menurut Pahlawansjah tak kurang juga kampus itu sudah meluluskan puluhan ribu alumni. Bahkan pada periode wisuda ke 54/ 2017, sebanyak 1.556 sarjana menerima ijazah.

Kondisi ini membuktikan pencapaian akademi yang tidak boleh dianggap main-main di kampus yang mengusung slogan ”Kampus Pelangi USM Jaya ” ini. ”Tak ketinggalan kampus ini juga masuk peringkat ke 260 versi Kemristekdikti. Ranking ini pun dihitung berdasarkan keberadaan PTN dan PTS yang jumlahnya mencapai 3.224,”jelasnya.

Kendati jalan berliku memperjuangkan Kampus USM memasuki masa keemasan berhasil dilampaui, bukan berarti kerja keras terhenti. Wakil Rektor USM Andy Kridhasusila menyatakan tekadnya membawa kampus ini menuju era cyber campus atau zaman perguruan tinggi berbasis teknologi informasi.

Kampus itu juga telah menyediakan akses internet dengan kekuatan bandwith setara 1.200 Mbps. Muaranya sehubungan menunjang aktivitas Tri Dharma PT, di kampus yang menaungi sebanyak 16.000 civitas academica ini. ”Saat ini USM menjadi pengguna bandwith terbesar untuk PTS di Kota Semarang,”jelasnya.

Tanpa ketinggalan untuk kian menunjang perkuliahan dipersiapkan area gedung Fakultas Pertanian empat lantai, bangunan rumah sakit 10 lantai, USM Tower 12 lantai, masjid kampus tiga lantai dan tempat parkir empat lantai.(74)