04 Oktober 2017 | Hello Kampus

Undang Motivator, Bangkitkan Semangat Mahasiswa

USMmendapat kehormatan menerima kehadiran Kaesang Pangarep putra ketiga Presiden Joko Widodo. Dia hadir berbagi pengalaman dengan para mahasiswa kampus itu, terutama berkenaan perjalanan bisnis yang dia geluti. Berpenampilan kasual, Kaesang berbicara lantang memotivasi civitas academica. ”Usaha yang saya jalankan cukup berhasil.

Namun untuk sampai tahap itu butuh kerja keras dan menghadapi banyak tantangan,”jelasnya. Menurutnya fenomena semacam itu wajar dihadapi pemula, termasuk dirinya yang harus banyak belajar dalam dunia perniagaan.

Motivasi dari Kaesang ini disampaikan dalam forum seminar nasional bertajuk ”Ketika Ekonomi Dalam Genggaman Digital” di Auditorium Ir Widjatmoko USM baru-baru ini. Dia, tak hadir seorang diri melainkan juga disertai musisi Erix Endang Soekamti.

Di hadapan mahasiswa, Kaesang sekaligus memaparkan dengan gamblang bagaimana memulai bisnis yang dikolaborasikan dengan kekuatan teknologi digital. Mahasiswa yang ingin punya usaha sendiri dan sukses harus memikirkan dua hal secara matang.

Pertama rencana bisnis harus jelas karena itu merupakan faktor utama berhasilnya atau gagalnya bisnis yang akan dibangun. Kedua yaitu memikirkan investasi dari pihak luar. Tanpa adanya investasi usaha pun tidak akan bekembang baik. Disebutkan kegagalan juga mengiringi derap langkah bisnisnya meski dia putra presiden Jokowi.

”Saya sudah beberapa kali gagal dalam membangun bisnis. Bisnis yang pernah saya jalankan yakni bisnis aplikasi game bernama ”Kuis Iseng” berkolaborasi dengan Agate namun sedikit peminatnya,” jelas dia. Fakta itu juga membuatnya untuk berbagi tips.

Menurutnya menjadi seorang enterprenuer butuh daya juang yang tinggi. Kaesang ingin anak muda lainnya meniru apa yang ia lakukan selama ini. “Yang penting mau kerja dan mau bergerak saja. Jangan mau nunggu-nunggu di rumah. Enggak akan berkembang nanti.

Satu lagi jangan gampang ngeluh,”. Erix Soekamti yang lebih dikenal sebagai musisi ikut membagikan ilmunya. Dia memotivasi peserta seminar melalui proses pengembangan lembaga pendidikan nonformal Does University yang dibesutnya.

Does University merupakan lembaga pendidikan yang tidak memiliki kurikulum baku namun berfokus pada perkembangan bakat peserta didik. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2015 itu memiliki mendalami diantaranya yaitu animasi dan programmer. Setiap peserta didik dituntut selama empat bulan dapat menjadi profesional dengan memiliki karya.(74).