image
01 Oktober 2017 | Her Spirit

Luwesnya Batik dan Lurik

Empat Belas desainer anggota IFC (Indonesian Fashion Chamber) chapter Semarang turut mendukung acara Pameran Produk Unggulan Jawa Tengah klaster UMKM 2017, dengan menggelar festival rancang busana yang diselenggarakan di atrium Paragon Mal Semarang, baru-baru ini.

Acara yang digelar Forum for Economic Development and Employment Promotion (Fedep) yang berlangsung lima hari itu, selain memamerkan produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, memiliki rangkaian acara lomba rancang busana batik dan festival rancang busana yang dipersembahkan IFC chapter Semarang.

Para desainer yang tampil adalah Sudarna Suwarsa dengan tema ”Ceguk Wundani”, Ina Priyono ”Simplicity Ethnic”, Inge Chu, Pinky Hendarto ”Semarang Icon”, Fenny Chen, Soese Asmadhi ”Independen”, David Yan ”Dilirik Lurik”, Reanee ”Sogan Chic”, Widya Andhika ”Warak Nom”, Yuli Muria ”Sekar Muria”, Elkana Gunawan ”Kluwung Ayu”, Zikin, Agustienna Siswanto ”Straight Lines”, dan Tiya Dwira ”D’Java Urbania”.

Koleksi yang dipersembahkan para desainer tersebut merupakan hasil dari produk tekstil karya UKM Jawa Tengah. Mulai dari Batik Semarangan hingga Lurik. Secara otomatis, para desainer telah mengangkat produk Jawa Tengah ke dalam kreasi ready to wear yang berdaya jual tinggi dengan ciri khasnya masing-masing. Mulai dari busana yang bergaya klasik hingga modern.

Dengan potongan simpel, chic, cocktail, tailored, edgy, asimetris hingga modest. Memadukan Batik dengan material lain seperti kulit, sifon, lace, tulle dan sarung. Serta motif lain seperti polkadot, kotak-kotak, dan tak ketinggalan aplikasi manik-manik yang mempermanis busana. Beragam gaya yang ditampilkan itu tentunya bisa menginspirasi para UKM supaya bisa berkreasi menciptakan motif dan desain batik lebih banyak lagi.(58)

Teks & Foto:
Irma Mutiara Manggia