image
01 Oktober 2017 | Sehat

Yang Tak Kenal Usia

Kesadaranmasyarakat terhadap kesehatan dinilai masih minim. Sebagian dari mereka cenderung hanya memeriksakan diri ke dokter jika pada saat sakit. Dokter spesialis penyakit dalam SMC RS Telogorejo, dr Witjitra Darmana Samsuria SpPD mengemukakan, medical check up penting dilakukan untuk mengetahui gangguan yang dialami seseorang. ”Pasien nantinya akan mengerti langkahlangkah selanjutnya.

Apa yang boleh dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan,” kata Witjitra. Dengan preventive health care akan diketahui kelainan yang dialami seseorang yang tidak disadari sebelumnya. Harapannya, kelainan tersebut tidak berlanjut dan bisa tertangani dengan baik. ”Kalau ditemukan penyakit yang serius, bisa tertangani dengan baik. Pasien bisa minta pendapat dari dokter secara profesional. Itu merupakan salah satu keuntungan,” ujarnya. Masyarakat cenderung abai dengan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat ini antara lain ditentukan oleh olahraga dan makan makanan yang sehat. Di sisi lain, dia mengakui untuk menerapkan kedua hal itu cukup sulit. Witjitra mencontohkan, untuk memperoleh makanan yang betul-betul sehat sekarang sulit ditemui. Sebaliknya, makanan yang mudah didapatkan masyarakat justru rentan mengandung bahan-bahan yang membahayakan.

”Zaman sekarang, hidup sehat itu tidak gampang, karena banyak makanan yang tidak sehat dan mudah ditemui. Misalnya makanan yang mengandung formalin,” tambahnya. Hal lain yang sering kali diabaikan adalah olahraga. Masyarakat saat ini hanya melakukan aktivitas biasa. Padahal aktivitas ini hanya membuat capai.

Berbeda dari olahraga yang memiliki manfaat. ”Olahraga berbeda dari aktivitas fisik. Kalau aktivitas membuat capai, tetapi olahraga tidak, karena diprogram dan ada manfaaatnya. Kedua hal itu sulit dilakukan, maka medical check up ini adalah jalan terbaik,” ungkapnya. Dia menyarankan, medical check up dapat dilakukan oleh sesorang pada usia 40 tahun. Namun, lebih baik lagi sudah dilakukan mulai usai 30 tahun. Sering kali yang terjadi, masyarakat datang ke dokter sudah dalam keadaan terlambat.

”Tipikal orang Indonesia itu kalau tidak sakit tidak akan periksa. Padahal dengan medical check up kita jadi tahu. Sekarang bagaimana membangkitkan kesadaran masyarakat,” tuturnya. Dokter Witjitra mengatakan, medical check up justru memang diarahkan ke orang-orang yang tidak mempunyai keluhan. Orang yang tidak memiliki keluhan kadang justru berisiko terhadap penyakit.

”Misalkan pada orang yang mengalami obesitas atau orang yang aktivitas kesehariannya duduk di kantor, sehingga tidak sering melakukan gerak,” tuturnya. Kedua, ditujukkan untuk orangorang yang sudah bermasalah akan kesehatannya. Jika sudah tahap ini, tujuan medical check up bukan hanya mencegah penyakit, melainkan agar penyakit yang berkembang di kemudian hari tidak terjadi komplikasi.

”Media massa dan media sosial juga punya peran penting untuk menyosialisasikan program pemerintah terkait pencegahan penyakit. Diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat,” tandas dia. Saat ini, SMC RS Telogorejo sedang memiliki program khusus tentang medical check up.

Mulai 1 Oktober hingga 31 Desember mendatang, pasien akan mendapatkan potongan hingga 50%. Terdapat sejumlah paket pemeriksaan yang disediakan. Antara lain paket pemeriksaan kesehatan anak, paket kandungan, paket kanker payudara, paket pap smear, paket jantung, paket pra nikah, dan paket lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 24 jam SMC RS Telogorejo di nomor telepon (024) 8646 6000, (024) 8452912, Ph. 08112791949 (Dinda).(NN-58)